Terpopuler Sepekan di Yogya: Berpulangnya Dalang Kondang Ki Seno Nugroho

Jauh Hari Wawan S - detikNews
Sabtu, 07 Nov 2020 10:17 WIB
Dalang Wayang Ki Seno Nugroho
Foto: Dok.Ki Seno Nugroho

Menurutnya, Ki Seno sebelumnya sudah merasakan nyeri, selain itu dia juga punya penyakit asam lambung. Orang dekat Ki Seno pun sudah pernah meminta untuk berhenti merokok.

"Sudah merasa nyeri tiga hari berikutnya. Punya penyakit asam lambung juga. Dulu sempat berhenti merokok juga," pungkasnya.

Jenazah Ki Seno dimakamkan di Semaki Gede, Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta. Tampak dalam prosesi pemakaman itu dua wayang kulit berwarna hitam ikut dikuburkan, yakni tokoh pewayangan Bagong dan Bima. Terlihat keluarga almarhum berdiri di pinggir pusara saat pemakaman.

Bima adalah tokoh pewayangan yang dipersonifikasikan pada diri Ki Seno. Seno adalah nama lain dari tokoh Bima, sedangkan tokoh Bagong selama ini dikenal luas sebagai tokoh punakawan yang paling sering dipakai Ki Seno untuk menyampaikan pesan-pesan dan pencair suasana di panggung.

"Dikuburkan satu liang dengan ayahnya. (Ki Seno) anak keempat dari lima bersaudara," kata Paulina saat ditemui di lokasi pemakaman, Rabu (4/11).

Dipuji Banyak Orang Sebagai Dalang Cerdas

Prestasi Ki Seno Nugroho sebagai dalang akan sulit disamai oleh dalang lain. Ki Seno meninggal saat sedang berada di puncak karir.

Adik Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X, GBPH Yudhaningrat, merasa kehilangan sosok Ki Seno yang dikenal sebagai dalang cerdas.

"Saya melihat Mas Seno itu sebagai dalang yang cerdas, pandai untuk me-manage (mengatur) kegiatannya," kata Yudhaningrat saat ditemui wartawan di tempat pemakaman Semaki Gede, Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Rabu (4/11).

Yudhaningrat mengaku kerap menanggap wayang yang dibawakan Ki Seno. Pementasan wayang kulit Ki Seno pun dinilai selalu punya ciri khas dan tidak monoton.

"Beliau memang saking cerdasnya itu kalau ndalang hanya gitu-gitu saja sudah bisa ketebak penonton. Sehingga, beliaunya juga sering ada lakon lain sesuai dengan permintaan yang nanggap. Itu lain. Kalau saya ndak berani keluar dari pakem yang ada. Hanya kita tambahi, kita olah lagi lakon-lakon yang saya haturkan ke Mas Seno," urai Yudhaningrat.

Suasana duka menyelimuti proses pemakaman Ki Seno Nugroho. Dua wayang kulit berwarna hitam ikut dikuburkan, yakni tokoh pewayangan Bagong dan Bima.Suasana duka menyelimuti proses pemakaman Ki Seno Nugroho. Dua wayang kulit berwarna hitam ikut dikuburkan, yakni tokoh pewayangan Bagong dan Bima. Foto: Pradito Rida Pertana

Tak hanya Yudhaningrat, sosok Ki Seno juga mendapatkan tempat di hati sesama seniman. Butet Kertaradjasa menyebut Ki Seno Nugroho sebagai dalang muda yang mampu menjawab kebutuhan milenial, dan bisa merespons keajaiban-keajaiban dunia virtual.

"Dia mampu menjawab kebutuhan milenial. Mungkin dia salah satu dalang yang mulai menyentuh wilayah itu dengan merespons keajaiban-keajaiban dunia virtual," demikian kenangan Butet saat melayat Ki Seno Nugroho di Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul, Rabu (4/11).

"Program dia yang main di rumahnya, climen, itu bagi saya sebagai ikhtiar merespons dunia digital, dunia pewayangan. Mungkin itu bisa dijadikan inspirasi untuk dalang-dalang muda lain untuk menjelajah ruang eksplorasi yang lebih luas di dalam jagad virtual," lanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3