Saat Bagyo Bicara Soal Rehab Sriwedari-Keraton di Debat Pilkada Solo

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 06 Nov 2020 22:24 WIB
Calon Wali Kota Solo nomor urut 2 Bagyo Wahyono, di debat perdana Pilkada Solo, Jumat (6/11/2020).
Calon Wali Kota Solo nomor urut 2 Bagyo Wahyono, di debat perdana Pilkada Solo, Jumat (6/11/2020). Foto: Tangkapan layar
Solo -

Calon Wali Kota Solo Bagyo Wahono bicara soal rehabilitasi Taman Sriwedari dan tentang Keraton Surakarta. Dia juga berencana untuk mengundang tokoh-tokoh masyarakat untuk memetakan permasalahan sekaligus mencari solusi bersama memajukan Kota Solo.

"Kita harus nyawiji dulu, untuk membangun sebuah kota, kita harus merukunkan dulu. Jadi Bajo itu adalah punya hal yang setiap bulannya nanti akan mengumpulkan semua elemen, termasuk tokoh-tokoh yang ada di Solo, kita rawuhkan (datangkan), untuk rembuk wong Solo, kita akan mengetahui bagaimana persoalan-persoalan daerah di Kota Solo, artinya itu juga akan mengetahui betapa Kota Solo saat ini memang kita door to door banyak persoalan," kata Bagyo dalam debat yang digelar di The Sunan Hotel, Solo, seperti ditayangkan oleh stasiun tv swasta nasional, Jumat (6/11/2020).

Hal itu disampaikan Bagyo saat menjawab pertanyaan tentang adaptasi kebiasaan baru agar hasil pembangunan dirasakan secara merata. Mulanya pembawa acara menanyakan terkait tema menyelesaikan persoalan daerah, yakni pandemi COVID-19 mendatangkan dampak negatif sekaligus positif bagi masyarakat Kota Solo.

Terdapat bermacam tantangan sekaligus peluang apabila dikelola dengan baik akan membuat masyarakat tumbuh dan berkembang seiring dengan era adaptasi kebiasaan baru. Sehingga bagaimana strategi Bagyo mengatasi adaptasi kebiasaan baru, agar hasil pembangunan bisa dirasakan merata dan berkelanjutan.

Setelah membahas terkait rembuk wong Solo, Bagyo kemudian menyinggung Solo sebagai kota budaya. Sehingga menurut Bagyo, perlu perbaikan sejumlah bangunan bersejarah, di antaranya adalah Keraton Solo.

"Menyangkut kota budaya, Sriwedari, Keraton Surakarta, itu juga butuh sekali sentuhan-sentuhan yang harus diperbarui dan direhab kembali. Itu salah satunya, jadi kita nanti untuk menunjang pariwisata," ujarnya.

Bagyo juga mengajak warga Solo untuk berbenah diri terkait kesenian. "Termasuk ketoprak, wayang orang, sampai saat ini, entah ke mana kita juga nggak tahu, termasuk keroncong," kata dia.

"Kita harap untuk semuanya, saya minta, warga Kota Solo untuk bersatu, sinergi, monggo kita bangun kota kita sendiri agar kita selalu menjaga untuk hal-hal yang sifatnya tentang budaya. Saya harap warga Solo mulai sekarang sadar," imbuhnya.

(rih/ams)