Cerita Ki Manteb Sarankan Ki Seno Kurangi Jadwal Pentas dan Jaga Kesehatan

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Rabu, 04 Nov 2020 16:47 WIB
Jenazah dalang Ki Seno Nugroho diberangkatkan ke pemakaman. Isak tangis sinden dan niyaga (penabuh gamelan) mengiringi pelepasan jenazah.
Jenazah dalang Ki Seno Nugroho diberangkatkan ke tempat pemakaman di Semaki, Yogyakarta, Rabu (4/11/2020). (Foto: Pius Erlangga/detikcom)
Solo -

Dalang senior Ki Manteb Sudarsono mengaku sangat terkejut saat mendengar kabar Ki Seno Nugroho meninggal karena penyumbatan darah di jantung. Jauh sebelum ini, Ki Manteb pernah berpesan kepada Seno agar menjaga kesehatannya.

Hubungan kedua dalang tersebut memang sudah layaknya bapak dan anak. Ki Seno pernah bercerita kepada Ki Manteb bahwa dirinya sering muntah-muntah setelah pentas wayang di tengah malam.

"Dia cerita kalau pentas malam muntah-muntah. Saya juga pernah dengar masuk rumah sakit, tapi saya kira nggak sampai parah," kata Manteb saat dihubungi detikcom, Rabu (4/11/2020).

Manteb pun menyarankan Seno agar mengurangi jadwal pentas. Caranya ialah dengan menaikkan harganya.

"Saya bilang agar jadwalnya dikurangi. Harganya dinaikkan biar tidak terlalu sering, kesehatannya dijaga. Biar bagaimanapun, dia kan waris (penerus kesenian pedalangan)," ujar dia.

Dalam beberapa hari terakhir, Ki Manteb masih berkomunikasi dengan Seno. Keduanya dan beberapa dalang terlibat dalam pentas wayang kulit yang digelar Kementerian Kominfo secara daring.

"Beberapa hari yang lalu masih telepon saya. Tanya lakon apa yang mau dimainkan di acara Kominfo. Dia memang sering minta saran ke saya kalau mau pentas," ujarnya.

Hingga akhirnya tiba-tiba kemarin malam, Ki Manteb dikagetkan kabar meninggalnya Ki Seno. Namun dirinya hari ini berhalangan datang bertakziah ke Yogyakarta.

"Kemarin saya bingung, karena tidak bisa takziah. Sebulan ini ada kegiatan PKL siswa SMKI di tempat saya, hari ini pas penutupan, jadi nggak bisa ke Yogya. Tapi kemarin saya sudah telepon (keluarga Ki Seno)," ujar Ki Manteb.

(rih/sip)