7 Gunung di Jawa Bertopi Awan, BMKG Belum Keluarkan Peringatan Penerbangan

Jauh Hari Wawan S - detikNews
Kamis, 05 Nov 2020 15:38 WIB
Fenomena topi awan di sekitar Gunung Merbabu. Foto diambil dari Dukuh Pentongan, Desa Samiran, Kecamatan Selo, Boyolali, Kamis (5/11/2020).
Topi awan di Gunung Merbabu. (Foto: Dok Mujiyanto/warga)
Gelombang gunung tersebut dapat terbentuk jika terdapat kondisi seperti arah angin berkisar 30 derajat terhadap pada garis tegak lurus terhadap punggung gunung. Kecepatan angin mencapai 15 knot dan akan meningkat terhadap ketinggian. Lapisan udara stabil terdapat di puncak gunung dengan udara tidak stabil pada bagian punggung gunung.

"Kombinasi arus vertikal yang kuat dan gesekan terhadap permukaan ini dapat menyebabkan terbentuknya rotor di bawah gelombang gunung. Rotor inilah yang menyebabkan terjadinya turbulensi hebat," paparnya.

Adapun pada lapisan atas gelombang gunung akan terbentuk 'breaking wave' yang sama juga bahayanya bagi aktivitas penerbangan.

"Rotor dan breaking wave ini dapat terbentuk hingga puluhan kilometer dari awan lenticularis di puncak gunung," katanya.

Ia menjelaskan pada umumnya awan lenticularis merupakan awan atau kelompok awan yang berbentuk seperti piring atau lensa yang terperangkap dalam lapisan atmosfer bawah. Disebut terperangkap karena awan lentikular umumnya nampak diam pada tempat terbentuknya.

"Awan lenticularis mulai terbentuk ketika arus angin yang mengalir sejajar permukaan bumi mendapat hambatan dari objek tertentu seperti pegunungan. Akibat hambatan tersebut, arus udara tersebut bergerak naik secara vertikal menuju puncak awan," jelasnya.

Jika udara naik tersebut mengandung banyak uap air dan bersifat stabil, maka saat mencapai suhu titik embun di puncak gunung uap air tersebut mulai berkondensasi menjadi awan mengikuti kontur puncak gunung.

"Saat udara tersebut melewati puncak gunung dan bergerak turun, proses kondensasi terhenti. Inilah mengapa awan lenticularis terlihat diam karena awan mulai terbentuk dari sisi arah datangnya angin (windward side) di puncak gunung kemudian menghilang di sisi turunnya angin (leeward side)," pungkasnya.


(mbr/sip)