Gunung Merapi Siaga, Ancaman Bahaya Awan Panas Capai 5 Km

Jauh Hari Wawan S. - detikNews
Kamis, 05 Nov 2020 14:49 WIB
Penampakan Gunung Merapi bertopi dari KRB Balerante di Klaten, Kamis (5/11/2020).
Penampakan Gunung Merapi bertopi dari KRB Balerante di Klaten, Kamis (5/11/2020). (Foto: dok Kaur Perencanaan Desa Balerante Kecamatan Kemalang, Jainu)
Sleman - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) baru saja menaikkan status Gunung Merapi dari waspada (level II) menjadi siaga (level III). Ancaman bahaya dari kondisi ini salah satunya lontaran material dan awan panas sejauh maksimal 5 kilometer.

"Potensi ancaman bahaya berupa guguran lava, lontaran material dan awan panas sejauh maksimal 5 km," kata Kepala BPPTKG Yogyakarta, Hanik Humaida, dalam keterangannya kepada wartawan, Kamis (5/11/2020).

Hanik menjelaskan sampai saat ini berdasarkan pemantauan tidak terbentuk kubah lava baru pada Gunung Merapi. Hal tersebut berdasarkan pada pengamatan morfologi kawah Merapi dengan drone.

"Berdasarkan pengamatan morfologi kawah Merapi dengan metode foto udara (drone) pada tanggal 3 November 2020 belum terlihat adanya kubah lava baru," jelasnya.

Selain itu, berdasarkan data sampai saat ini kegempaan dan deformasi Gunung Merapi masih terus meningkat.

Diberitakan sebelumnya, Gunung Merapi dinaikkan statusnya menjadi Siaga pada pukul 12.00 WIB siang ini. Sebelumnya Gunung Merapi telah menyandang status Waspada sejak 21 Mei 2018.

Hanik sebelumnya menjelaskan, pasca erupsi besar 2010, Merapi sempat mengalami erupsi magmatis kembali pada 11 Agustus 2018 yang berlangsung sampai bulan September 2019.

Seiring dengan berhentinya ekstrusi magma, Merapi kembali memasuki fase intrusi magma baru yang ditandai dengan peningkatan gempa vulkanik dalam (VA) dan rangkaian letusan eksplosif sampai dengan 21 Juni 2020.

"Aktivitas vulkanik terus meningkat hingga saat ini," ucap Hanik.

Lihat juga video saat 'Erupsi Merapi Diprediksi Segera Terjadi, BPPTKG: Tak Sebesar 2010':

[Gambas:Video 20detik]



(sip/ams)