Ternyata, Sudah 3 Layang-layang yang Disita di Area Bandara Yogya

Agus Septiawan - detikNews
Sabtu, 24 Okt 2020 21:17 WIB
Kepala Dinas Operasi (Kadis Ops) TNI AU Lanud Adisutjipto Yogyakarta Kolonel (PNB) Sri Raharjo menunjukkan layang-layang yang disita di area aerodrome bandara, Sabtu (24/10/2020).
Kepala Dinas Operasi (Kadis Ops) TNI AU Lanud Adisutjipto Yogyakarta Kolonel (PNB) Sri Raharjo menunjukkan layang-layang yang disita di area aerodrome bandara (Foto: Agus Septiawan/detikcom)
Sleman -

Insiden layang-layang tersangkut di ban pesawat Citilink dengan nomor penerbangan QZ 1107 yang akan mendarat di Bandara Adisutjipto, Yogyakarta kemarin. Ternyata sudah ada tiga layang-layang yang terbang di area aeorodrome bandara Adisutjipto yang disita.

"Anak-anak itu ada yang sampai nangis, karena memang tidak tahu. Hingga saat ini yang disita sudah 3 layangan," kata Kepala Dinas Operasi (Kadis Ops) TNI AU Lanud Adisutjipto Yogyakarta Kolonel (PNB) Sri Raharjo saat jumpa pers di Kantor PT. Angkasa Pura I Bandara Adisutjipto Yogyakarta, Sabtu (24/10/2020).

Sri Raharjo menyebut layang-layang yang disita itu terbang dekat dengan perlintasan utama pesawat komersil maupun militer. Sitaan terbaru yakni layang-layang berjenis bapangan, berbentuk tradisional yang diterbangkan di sisi utara Lanud Adisutjipto.

"Ini (menunjuk layangan) terbangnya dekat sekali dengan kawasan aerodrome bandara. Tepatnya di sisi utara bandara atau tepatnya di utara rel kereta api," jelas Sri Raharjo sembari menunjukkan layang-layang sitaannya.

Dia menerangkan pihaknya sudah membentuk satgas khusus. Tugas satgas ini menindak benda terbang yang melintas di area aerodrome bandara, sekaligus memberikan edukasi kepada orang yang menerbangkan benda tersebut.

"Kalau yang ditegur di lokasi sekitar 15 kali dengan orang yang berbeda-beda. Namun ditegur saja, tidak sampai disita," ujarnya.

Dia pun menduga banyaknya layang-layang yang ditemukan di area bandara Adisutjipto karena masyarakat mulai jenuh. Terlebih di masa pandemi COVID-19 ini banyak yang berkegiatan di rumah, termasuk anak-anak.

"Dugaan kami (masyarakat) bosan karena sedang pandemi tidak ada kegiatan. Lalu muncul ide main layangan. Masalahnya ada yang tidak paham, bahwa ini bahaya jika terbang ya di wilayah aerodrome," ujar Sri Raharjo.

Dari catatannya, layang-layang itu diterbangkan dalam rentang waktu sore hingga menjelang maghrib. Meski ada pula yang ditemukan waktu malam hari.

Di lokasi yang sama, General Manager Airnav Indonesia Bandara Adisutjipto Ratna Mustikaningsih mengingatkan menerbangkan balon udara, layang-layang maupun drone secara ilegal dapat menganggu lalu lintas penerbangan. Selain itu, bisa membahayakan penumpang pesawat.

"Kami bukan sepenuhnya melarang. Bisa diatur, dijadikan festival dan daya tarik wisata. Dengan dibuatkan waktu dan tempat yang lebih aman. Mekanismena dapat persetujuan dari Dirjen Perhubungan Udara dan aparat setempat agar tidak liar," ujar Ratna.

(ams/ams)