Salut! Relawan di Yogya Bagi Makan Siang Gratis untuk Buruh Gendong Pasar

Pradito Rida Pertana - detikNews
Sabtu, 24 Okt 2020 13:16 WIB
Pembagian makan siang gratis untuk buruh gendong di Pasar Yogya, Jumat (23/10/2020)
Pembagian makan siang gratis untuk buruh gendong di Pasar Yogya kemarin (Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom)
Yogyakarta -

Sejumlah relawan di Yogyakarta yang tergabung dalam gerakan #rakyatbanturakyat setiap hari memasak dan membagikan makan siang gratis kepada buruh gendong di pasar-pasar. Semua itu dilakukan untuk meringankan pengeluaran buruh gendong yang penghasilannya turun selama pandemi virus Corona (COVID-19).

Markas para relawan itu berlokasi di Warmindo (warung makan Indomie) Jalan Veteran No.36 Kelurahan Muja Muju, Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta. Di dalam Warmindo itu mereka tengah memasak hingga membungkus makanan secara terorganisir.

Setelah mencapai ratusan bungkus makanan, beberapa orang dari mereka lantas mengantarkannya ke-4 pasar yakni Pasar Beringharjo, Pasar Gamping, Pasar Giwangan dan Pasar Kranggan. Sesampainya di Pasar Giwangan, Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta, ternyata makan siang itu dibagikan kepada buruh gendong yang semuanya ibu-ibu.

Koordinator dapur umum buruh gendong perempuan, M. Berkah Gamulya (41) mengatakan kegiatan bagi-bagi makan siang gratis ini berawal saat Warmindo miliknya tutup akibat pandemi COVID-19. Karena banyak peralatan masak yang tidak digunakan maka tercetuslah ide menyulap Warmindo menjadi dapur umum.

"Idenya dari beberapa orang yang suka ngopi di Warmindo ini. Terus karena Warmindo tutup akibat pandemi jadi merasa mubazir karena banyak peralatan dan bahan makanan tidak dimanfaatkan. Dari situlah, kenapa tidak dijadikan dapur umum saja," kata Berkah saat ditemui di Warmindo Bakzoo, Jalan Veteran, Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Jumat (23/10/2020).

Selanjutnya dia dan rekan-rekannya membuat gerakan #rakyatbanturakyat. Tak hanya itu, Barkah juga mulai membuat poster digital di medsos untuk merealisasikan ide mulianya tersebut.

"Sehari setelahnya (muncul ide) kami sebar poster dengan isi mencari relawan di medsos lewat Instagram dan Twitter @bakzoojogja. Setelah di-posting ternyata banyak yang mendaftar jadi relawan dan berdonasi," ucapnya.

Salah satu inisiator gerakan #rakyatbanturakyat menambahkan donasi yang terkumpul saat ini mencapai Rp 10,5 juta dan telah dipergunakan Rp 3,5 juta. Mengingat gerakan tersebut telah dimulai sejak tanggal 19 Oktober.

"Teman-teman ini terkumpul dari medsos, karena mayoritas tahunya dari medsos. Untuk relawan ini jumlahnya 37 orang, ada yang chef (koki) yang dirumahkan untuk yang bagian masak, tapi sebagian besar didominasi mahasiswa," ujarnya.

Secara teknis, Barkah membagi 37 orang itu dalam beberapa kelompok dengan sistem kerja per-shift. Semua itu untuk menghindari kerumunan ketika tengah menyiapkan makan siang gratis untuk buruh gendong.

"Jadi jam 7.00 WIB itu tim masak dan bantu masak datang. Tim bungkus jam 9.00 WIB datang dan tim pembagian datangnya jam 10. Kami juga wajibkan protokol COVID-19 setiap menyiapkan makan siang gratis ini," katanya.

"Kegiatan ini mulai tanggal 19 (Oktober). Jadi 19-23, terus 26-30, terus 2-6 November dan 9-13 November, untuk hari Sabtu-Minggu libur," imbuhnya.

Untuk menunya, Barkah menyebut setiap hari berbeda-beda karena menyesuaikan bahan makanan yang ada. Mengingat dalam sehari pihaknya harus menyiapkan 145 porsi makan siang.

"Hari ini 145 porsi ya, dan jam 11.00 WIB harus sudah dikirim karena targetnya makan siang jadi diusahakan tepat waktu biar ibu-ibu (buruh gendong) tidak menunggu," ucapnya.

"Makanan itu diperuntukkan bagi ibu-ibu buruh gendong di pasar Beringharjo, Gamping, Giwangan dan Kranggan," lanjutnya.

Barkah menyebut pemilihan buruh gendong di pasar sebagai penerima makan siang karena mereka memiliki organisasi sendiri. Sehingga pembagian makan siang gratis ini bisa terorganisir dan tidak menimbulkan kerumunan.

"Karena ibu-ibu buruh gendong mereka sudah punya organisasi, lalu ada juga yayasan yang mendampingi mereka selama bertahun-tahun. Jadi terorganisir saat pendistribusiannya, jumlahnya juga pasti karena ada koordinator tiap lantai yang membuat pembagian makan siang jadi tertata, rapi dan tidak membuat kerumunan," ucapnya.

Simak juga video 'Sultan HB Yakin Demo Chaos di Yogya by Design':

[Gambas:Video 20detik]



Selain itu, penghasilan para buruh gendong tidak menentu setiap harinya. Terlebih di musim pandemi Corona ini penghasilan para buruh gendong pun menurun drastis.

"Kita tidak tahu kapan pandemi ini berakhir, apalagi saat ini ekonomi menurun dan kasus COVID-19 meninggi. Terus lihat buruh gendong itu penghasilannya tidak tentu setiap hari, apalagi ditambah suasana pasar yang saat ini sepi," ucapnya.

Pihaknya pun berharap kegiatan ini menginspirasi khalayak luas untuk saling membantu sesama. Mengingat masih banyak pekerja informal yang memerlukan bantuan untuk bertahan di tengah pandemi Corona ini.

"Mudah-mudahan ini menginspirasi teman-teman lain untuk melakukan bagi-bagi makanan kepada sesama. Kami juga berharap apa sudah dilakukan ini bisa berlanjut terus dan tidak berhenti sampai bulan November karena keterbatasan dana," ucapnya.

Pembagian makan siang gratis untuk buruh gendong di Pasar Yogya, Jumat (23/10/2020)Suasana di markas relawan saat menyiapkan makan siang gratis untuk buruh gendong di Pasar Yogya, Jumat (23/10/2020) Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom

Sementara itu, Ketua Buruh Gendong 4 Pasar di DIY, Rubiyah (52) mengaku sangat terbantu dengan adanya pembagian makan siang gratis di Pasar Beringharjo, Giwangan, Gamping dan Kranggan. Dia pun mengamini penghasilan buruh gendong saat ini menurun drastis.

"Yang jelas terima kasih sekali karena saat ini pembeli hanya sedikit dan membuat penghasilan kami turun drastis. Karena biasanya sehari bisa Rp 40 ribu tapi sekarang paling Rp 20 ribu sampai Rp 25 ribu saja ngoyo (susah mendapatkannya)," ucap Rubiyah saat ditemui di pasar Giwangan, Kota Yogyakarta.

Apalagi, terkadang penghasilan harian buruh gendong tidak sebanding dengan pengeluaran sehari-hari. Dia berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut selama pandemi COVID-19.

"Terus dengan penghasilan harian Rp 20 ribu sampai Rp 25 ribu itu sekali makan Rp 15 ribu, belum ke kamar mandi minimal 3 kali dan sekali ke kamar mandi Rp 2.000. Jadi ya sangat terbantu dengan adanya makan siang gratis ini," katanya.

(ams/ams)