Mayat Bayi Lengkap dengan Plasenta Ditemukan di Sungai Boyolali

Ragil Ajiyanto - detikNews
Jumat, 23 Okt 2020 14:16 WIB
evakuasi mayat bayi di sungai boyolali, 23/10/2020
Evakuasi mayat bayi di Sungai Cemoro, Kabupaten Boyolali. (Foto: Istimewa)
Boyolali -

Bayi yang masih komplit dengan plasenta ditemukan di pinggir Sungai Cemara di Boyolali. Bayi berjenis kelamin laki-laki itu ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia.

"Iya (ada penemuan bayi)," kata Kasat Reskrim Polres Boyolali, Iptu AM Tohari, saat dihubungi detikcom, Jumat (23/10/2020).

Bayi malang itu ditemukan di Sungai Cemara, tepatnya di Kedung Pengkol, Dukuh Tanjungsari, Desa Blagung, Kecamatan Simo, Kabupaten Boyolali. Mayat bayi itu kali pertama ditemukan oleh warga setempat bernama Muslih (31) yang sedang mamancing.

Sampai di lokasi tujuan memancing, Muslih melihat sosok bayi dengan posisi telungkup. Dia lalu memanggil temannya untuk diajak memastikan. Selanjutnnya, keduanya memberitahu warga lainnya dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Simo.

Petugas dari Polsek Simo, Satuan Reskrim dan Inafis Polres Boyolali langsung mendatangi lokasi penemuan bayi. Polisi segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi mayat bayi tersebut.

Polisi juga memintai keterangan kepada sejumlah saksi, termasuk warga yang pertama kali menemukan bayi malang itu. Saksi menyebut kondisi bayi saat ditemukan masih lengkap dengan tali pusarnya.

"Ari-ari (plasenta) masih menempel," lanjutnya.

Saat ditemukan, kata Tohari, mayat bayi sudah membengkak dan membusuk. Diperkirakan bayi tersebut sudah meninggal sejak tiga hari lalu. Dari hasil olah TKP, petugas juga menemukan satu kaos kaki yang terikat di leher bayi itu.

Diduga, bayi itu sengaja dibunuh dengan cara dijerat lehernya menggunakan kaos kaki, setelah dilahirnya. Selanjutnya bayi baru dibuang ke sungai.

"Dugaan pembunuhan mas," kata Iptu AM Tohari.

Guna penyelidikan lebih lanjut dan mengetahui penyebab pasti kematiannya, bayi itu dibawa ke RSUD Dr Moewardi Solo untuk dilakukan autopsi.

"Pelaku (pembuang bayi) masih dalam lidik," pungkas Tohari.

(mbr/sip)