Bawaslu Jateng Temukan 16 Pelanggaran Prokes Saat Kampanye Pilkada

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Kamis, 22 Okt 2020 15:26 WIB
Bawaslu dan KPU Kota Pasuruan kesulitan mencari pengawas dan pelaksana pemilihan tingkat TPS. Banyak masyarakat enggan mendaftarkan diri karena wajib rapid test COVID-19.
Ilustrasi. Foto: Bawaslu dan KPU Kota Pasuruan kesulitan mencari pengawas dan pelaksana pemilihan tingkat TPS. (Muhajir Arifin)
Semarang -

Hampir sebulan masa kampanye Pilkada 2020 berlangsung di Jawa Tengah, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mencatat ada 16 kali pelanggaran protokol kesehatan pencegahan virus Corona atau COVID-19 dalam kampanye.

"Dari 16 kasus pelanggaran protokol kesehatan di masa kampanye itu, terdiri dari 15 kasus pelanggaran protokol kesehatan karena peserta kampanye lebih dari 50 orang dan 1 kasus pelanggaran protokol kesehatan karena melibatkan anak-anak di lokasi kampanye," kata Kordiv Penanganan Pelanggaran Bawaslu Jawa Tengah Sri Wahyu Ananingsih dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, Kamis (22/10/2020).

Dari data Bawaslu Jateng, persebaran pelanggaran ada di Kabupaten Purbalingga 5 kali, Kabupaten Klaten 4 kali, Kabupaten Pekalongan 4 kali, Kota Pekalongan 1 kali, Kabupaten Demak 1 kali, dan Kabupaten Wonosobo 1 kali.

Bawaslu tidak menyebutkan siapa yang melakukan pelanggaran, namun dipastikan sudah memberikan surat peringatan kepada tim kampanye atau tim pelaksananya.

"Setelah diberi surat peringatan, mereka menghentikan kampanye atau membubarkan diri. Jika mereka tidak membubarkan diri atau menghentikan kampanye maka Bawaslu memiliki kewenangan untuk membubarkan dan atau menghentikan kampanye tersebut," jelasnya.

Ana menjelaskan berdasarkan pada pasal 58 Peraturan KPU Nomor 13 tahun 2020, metode kampanye tatap muka pertemuan terbatas atau dialog diperbolehkan dengan ketentuan menerapkan protokol kesehatan.

"Misalnya membatasi jumlah peserta kampanye yang hadir paling banyak 50 orang, menjaga jarak minimal 1 meter, wajib menggunakan alat pelindung diri paling kurang masker hingga menyediakan hand sanitizer. Selain itu juga tak melibatkan balita, lansia dan ibu hamil," tandas Ana.

Untuk diketahui, masa kampanye Pilkada serentak 2020 akan berlangsung hingga 5 Desember 2020. Untuk Jawa Tengah, ada 21 daerah yang akan menggelar Pilkada 2020.

(rih/sip)