Diduga Kampanye di Pasar, Istri Bupati Semarang Dipanggil Bawaslu

Akbar Hari Mukti - detikNews
Rabu, 21 Okt 2020 16:52 WIB
Cabup Semarang Bintang Narsasi Mundjirin dipanggil Bawaslu terkait dugaan pelanggaran kampanye terbuka di pasar tradisional.
Cabup Semarang Bintang Narsasi Mundjirin dipanggil Bawaslu, Rabu (21/10/2020). (Foto: Akbar Hari Murti/detikcom)
Semarang -

Bawaslu Kabupaten Semarang memanggil Cabup Semarang Bintang Narsasi Mundjirin terkait dugaan pelanggaran kampanye. Pemanggilan Bintang ini terkait kegiatan istri Bupati Semarang Mundjirin itu di pasar tradisional awal bulan ini.

"Pemanggilan Bintang Narsasi terkait dugaan pelanggaran yang dilakukan di masa kampanye," jelas Koordinator Divisi Penanganan Pemilu Bawaslu Kabupaten Semarang Agus Riyanto, ditemui di kantornya, Ungaran Timur, Rabu (21/10/2020).

Agus menerangkan dugaan pelanggaran itu dilakukan Bintang Narsasi saat kampanye terbuka di Pasar Kesongo, dan Candirejo, Tuntang, Kabupaten Semarang, Sabtu (3/10) lalu. Padahal menurut PKPU no 13 tahun 2020, pelaksanaan kampanye terbuka harus dilakukan di dalam ruangan atau gedung.

"Sehingga kegiatan pasangan calon di pasar tradisional, menjadikan ada potensi dugaan pelanggaran kampanye tatap muka," terang Agus.

Dari informasi yang didapatkan Bawaslu, Bintang Narsasi membagikan masker dan stiker bergambar pasangan Bintang Narsasi-Gunawan Wibisono (Bison) ke pedagang kedua pasar tersebut. Sejumlah saksi pun dipanggil terkait dugaan pelanggaran kampanye terbuka itu.

"Di antaranya pedagang pasar, tim kampanye, dan Bintang Narsasi Mundjirin. Kami terus lakukan permintaan klarifikasi dari pihak yang masih kita anggap perlu," ungkap Agus.

Sementara itu, Bintang Narsasi menolak disebut melakukan kampanye terbuka di pasar tradisional tersebut. Bintang mengaku hanya berbelanja oleh-oleh untuk diberikan ke pondok pesantren di Kabupaten Semarang.

"Saya dikira kampanye, padahal cuma berbelanja cari oleh-oleh untuk santri Ponpes Wali, Tuntang. Beli bandeng dan pisang," jelas Bintang Narsasi ditemui usai pemeriksaan di kantor Bawaslu.

Bintang Narsasi menegaskan dirinya tak melakukan kampanye di pasar tersebut. Sebab pihaknya juga tak memiliki surat tanda terima pemberitahuan (STTP) kampanye untuk Pilbup Semarang 2020.

"Karena memang tidak diperbolehkan kampanye terbuka tanpa ada STTP. Di sana waktu itu saya hanya berbelanja oleh-oleh," jelasnya.

Tonton video 'Mendagri: Ada 9.189 Kampanye Tatap Muka, 256 Melanggar':

[Gambas:Video 20detik]



(ams/rih)