Duh! Bengawan Solo Kembali Tercemar, Pasokan Air PDAM Terganggu

Febrian Chandra - detikNews
Senin, 19 Okt 2020 14:44 WIB
Air Sungai Bengawan Solo kembali tercemar. Foto diambil di kawasan Blora, Senin (19/10/2020).
Air Sungai Bengawan Solo kembali tercemar (Foto: Febrian Chandra/detikcom)
Blora -

Air Bengawan Solo yang melintas di Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah kembali tercemar. Akibatnya, pasokan air bersih pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) terganggu.

"Itu akibat air sungai Bengawan Solo tercemar, airnya tidak layak untuk didistribusikan ke pelanggan," kata Dirut PDAM Blora Yan Riya Pramono saat dihubungi detikcom, Senin (19/10/2020).

Yan menerangkan ada sebanyak 12 ribu pelanggan PDAM yang terdampak akibat tercemarnya Bengawan Solo. Para pelanggan yang terdampak itu mulai dari Kecamatan Cepu, Sambong, Jiken, Jepon dan Blora.

"Air Bengawan Solo diketahui hitam pekat pada Sabtu (17/10) dini hari. Kemungkinan tercemar limbah industri dari hulu, sedangkan alat kita tidak mampu untuk mensterilkan air agar layak untuk didistribusikan," ucap Yan.

"Oleh sebab itu, kami putuskan pendistribusian ke pelanggan kami hentikan sementara waktu (Sabtu-Senin hari ini). Kami juga meminta maaf kepada pelanggan atas insiden ini," terangnya.

Sementara itu, menurutnya air Bengawan Solo siang hari ini tak lagi tampak hitam pekat. Hari ini air berwarna merah dan sedikit berbau. Sementara sebelumnya, air berwarna hitam pekat dan berbau, serta terasa gatal di kulit.

"Mudah-mudahan nanti malam kami sudah bisa mendistribusikan air ke pelanggan," ucap Yan.

Yan menjelaskan pihaknya sudah berupaya mengolah air Bengawan Solo tersebut. Di antaranya penambahan kapur, polimer hingga penggunaan tawas.

"Kami sudah mencoba beragam cara, termasuk pelumpuran, tetapi belum berhasil," ujarnya.

Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Blora terkait penanganan pencemaran Bengawan Solo itu. "Belum ada rekomendasi dari DLH," tutur dia.

Ditemui terpisah, Pelaksana Pengawasan Kualitas PDAM Blora Cabang Cepu, Marliati menjelaskan ada standar kelayakan air baku sebelum masuk ke fasilitas pengolahan air. Selain itu ada juga standar kelayakan distribusi yang wajib dipenuhi sebelum air disalurkan ke para pelanggan.

"Terakhir kemarin tingkat kepekatan air mencapai 300 TCU (True Color Unit), belum berani dilakukan pengolahan. Untuk hari ini hasilnya belum keluar," ucap Marliati saat ditemui di Instalasi Pengolahaan Air (IPA) PDAM Blora Cabang Cepu.

Dia menerangkan kondisi normal tanpa ada pencemaran limbah, maksimal kepekatan 120 TCU. Dengan kepekatan itu, air bisa diolah dan didistribusikan dengan standar kelayakan mencapai 50 TCU.

"Kalau limbah bercampur pewarna seperti sekarang ini, akan lebih sulit pengolahannya," jelasnya.

"Kami bahkan pernah mengolah air untuk didistribusi dengan kepekatan 30 TCU sampai 20 TCU," sambungnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2