3 Kasus Corona di Sleman yang Saat Ini Jadi Perhatian

Jauh Hari Wawan S - detikNews
Sabtu, 17 Okt 2020 16:38 WIB
Sars-CoV-19 test tube in purple protective glove, virus illustration on computer screen in background
Ilustrasi (Foto: Getty Images/iStockphoto/PS3000)
Sleman -

Kasus virus Corona atau COVID-19 di Kabupaten Sleman, DIY, belum mereda. Tercatat ada tiga kasus Corona di Sleman yang menjadi perhatian. Apa saja?

1. Kasus Penularan di Pondok Pesantren

Kepala Dinas Kesehatan Sleman Joko Hastaryo menjelaskan untuk kasus pondok pesantren (ponpes) di Sleman bukan hanya terjadi di tiga ponpes. Saat ini ditemukan ada kasus penularan di salah satu ponpes di Kapanewon Moyudan.

"Ada tambahan kasus di ponpes Moyudan sebanyak tujuh kasus terkonfirmasi positif," kata Joko kepada wartawan melalui pesan singkat, Sabtu (17/10/2020).

Kasus di ponpes Moyudan itu diumumkan pertama kali pada 10 Oktober yaitu saat salah seorang pengajar baru pulang dari luar daerah.

"Diumumkan tanggal 10 Oktober. Kasus awalnya dari pengajar yang baru pulang dari luar kota," jelasnya.

Hingga saat ini dinas sudah melakukan tracing kepada 50 orang kontak erat kasus. Sementara untuk tiga ponpes lainnya tidak dilaporkan ada tambahan kasus.

"Yang Moyudan kami sudah tracing 50 orang hasilnya tujuh positif. Untuk ponpes Ngaglik besar ada 135 orang, Ngaglik kecil satu orang, dan Prambanan masih 17 orang," urainya.

2. Klaster Perkantoran Telekomunikasi

Kasus kedua yang menjadi perhatian yaitu munculnya klaster di sebuah perusahaan telekomunikasi swasta. Kasus pertama diketahui pada Kamis (8/10) dan dalam kasus baru terus bermunculan.

Joko menjelaskan hingga saat ini tercatat sudah ada 92 orang yang dinyatakan positif Corona.

"Hingga saat ini sudah ada 92 kasus positif tapi domisilinya tidak hanya di Sleman. Total yang sudah kami tracing sebanyak 731 orang," jelasnya.

3. Kasus Dosen UPN Yogya Meninggal Positif Corona dan Menjadi Klaster Keluarga

Kasus ketiga yang menjadi perhatian yaitu dosen UPN Veteran Yogyakarta (UPNVY) yang meninggal positif Corona. Pihak Dinkes Sleman kemudian melakukan tracing hingga ditemukan penularan di lingkup keluarga hingga menjadi klaster keluarga.

"Sepertinya sudah bisa disebut klaster keluarga. Karena penularan pertamanya tidak jelas dan saat ini sudah menular hingga generasi ketiga," jelas Joko.

Mantan direktur RSUD Sleman itu mencatat dari kasus ini ada enam orang anggota keluarga yang terkonfirmasi positif Corona.

"Total ada enam orang yang tercatat positif COVID-19," ujar Joko.

(rih/rih)