Round-Up

Penyerang Wanita Sedang Salat di Tegal Diduga Gangguan Jiwa

Imam Suripto - detikNews
Sabtu, 17 Okt 2020 14:45 WIB
Polisi tangkap penyerang wanita yang sedang salat di musala, Kabupaten Tegal, pada Jumat (9/10/2020).
Polisi tangkap penyerang wanita yang sedang salat di musala, Kabupaten Tegal, pada Jumat (9/10/2020). (Foto: Dok Polres Tegal)
Tegal -

Muhamad Nur Yusuf alias Mamat (41) diamankan polisi karena diduga menjadi pelaku penyerangan terhadap Ruminah (54) saat sedang salat di musala, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Sebelum dilakukan penyidikan, Mamat dititipkan di RSUD Suselo Slawi untuk menjalani observasi kejiwaan.

Terduga pelaku adalah warga Desa Lebeteng, Kecamatan Tarub. Dia adalah tetangga korban dan rumahnya berjarak hanya 150 meter dari lokasi kejadian, musala Ashodiqiin.

"Orang ini tetangga korban, dan rumahnya berjarak hanya 150 meter dari musala," kata Kasat Reskrim Polres Tegal AKP Heru Sanusi kepada wartawan di kantornya, Selasa (13/10/2020).

Mamat diamankan pada hari Jumat (9/10) lalu atas bantuan warga sekitar. "Dia (Mamat) kami amankan Jumat kemarin. Kami dibantu warga sekitar. (Mamat) Diajak makan warga sharing-sharing sehingga dia merasa nyaman. Akhirnya warga ini menyarankan agar diamankan ke polisi," ujar Heru.

Di Mapolres Tegal, Mamat langsung menjalani pemeriksaan. Saat ditanya polisi, Mamat mengaku dirinya memang memukul korban saat berada di dalam musala.

"Memang dia itu mengaku memukul korban tapi pelan. Itu pengakuannya," terang Heru.

Menurut Heru, para tetangga mengenal Mamat sebagai seorang yang memiliki gangguan jiwa. Dari keterangan saksi warga ini, polisi pun membawa Mamat ke RSUD Suselo untuk menjalani observasi kejiwaan sebelum menjalani proses hukum lebih lanjut.

"Hasil lidik mengarah ke sana (gangguan kejiwaan). Keterangan warga mengatakan, dia itu 44 (pasal 44 KUHP). Sehingga sampai hingga hari ini, prosesnya belum naik ke tahap penyidikan karena masih menunggu hasil observasi jiwa dari rumah sakit," ungkap Heru.

Jika hasil observasi dinyatakan tidak mengidap gangguan jiwa, maka akan dilanjut ke tahap penyidikan sesuai hukum yang berlaku. Namun bila dokter ahli jiwa menyatakan positif mengidap sakit jiwa, maka akan diserahkan ke Dinas Sosial.

"Tetap kami lanjut hanya saja berbeda prosesnya. Jika sakit jiwa akan diserahkan ke dinsos, tapi jika sehat akan dilanjutkan ke tahapan penyidikan," kata Heru.

Heru menambahkan, Mamat selama ini tinggal sendirian di rumah orang tua. Tetangga menyebut Mamat kadang keluyuran sampai tidak pulang. Pria ini juga tidak memiliki pekerjaan dan untuk makan dia sering diberi oleh tetangga sekitar.

"Warga sudah tahu dia itu sakit jiwa. Dia hidup sendiri di rumah orang tua dan kadang tidak pulang," imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, Ruminah (54) seorang wanita warga Desa Lebeteng, Kecamatan Tarub, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, menderita luka parah di bagian kepala. Dia diserang oleh orang tidak dikenal saat salat sunah jelang subuh di musala Ashodiqiin di dekat rumahnya, Senin (5/10) pekan lalu.

Tonton juga video 'Kata Polri Soal Status Keanggotaan Penyerang Novel Baswedan':

[Gambas:Video 20detik]



(rih/rih)