Round-Up

Menanti Adakah Sanksi Bagi Bupati Blora yang Dangdutan Saat Pandemi

Febrian Chandra - detikNews
Sabtu, 17 Okt 2020 10:58 WIB
Beredar video yang menampakkan Bupati Blora Djoko Nugroho sedang asyik bernyanyi sambil berjoget di tengah acara hajatan warga di desa Pilang, Kecamatan Randublatung. Djoko bernyanyi bersama ASN lain dengan seragam dinas dan tak menggunakan masker.
Tak bermasker, Bupati Blora Djoko Nugroho nyanyi dan joget di hajatan. (Foto: 20detik)
Blora -

Video Bupati Blora Djoko Nugroho asyik dangdutan tanpa mematuhi protokol kesehatan (prokes) viral di media sosial. Menuai kritik dan desakan pemberian sanksi, Djoko akhirnya meminta maaf atas perilakunya itu.

Kokok, sapaan Djoko, awalnya enggan disebut membuat gaduh atas aksinya berjoget dan bernyanyi tanpa memakai masker dan tak jaga jarak di acara hajatan itu.

"Gaduh kenapa? Siapa bilang saya nggak memakai masker. Tanya itu yang punya gawe (hajat)," kata Kokok, saat dihubungi detikcom, Senin (12/10/2020).

Kokok, lantas menceritakan kronologi kejadian itu. Bahwa saat itu, Senin (12/10) sekitar pukul 10.30 WIB, dia datang di sebuah acara pernikahan.

"Saya datang saya melihat ada beberapa masyarakat yang tidak pakai masker, ajudan saya suruh ambil masker. Ambil masker dibagikan. Terus terang saya pengin ngecek protokol kesehatan bagaimana," sebut Kokok.

Sesampainya di lokasi hajatan, lanjutnya, dia dipersilakan duduk. Saat itu acara masih sambutan. Kokok menyebut dia hadir karena diundang.

"Saat itu masih acara pokok sambutan-sambutan. Kemudian habis acara pokok, yang punya gawe pengin saya sambutan. Kaget juga, jangan saya yang sambutan. Kalau saya kan undangan saja. Kayaknya (yang punya hajatan) pengin saya beri sambutan. Kemudian saya duduk lagi pakai masker," ujarnya.

Setelah sesi acara inti berupa sambutan, pada pesta pernikahan itu diisi hiburan oleh sejumlah penyanyi. Kokok mengaku diminta untuk mendendangkan lagu.

"Akhirnya saya nyanyi. Lepas masker. Setiap saya nyanyi di undangan ya lepas masker. Habis nyanyi, ya pakai masker lagi," ujarnya.

Setelah menjadi sorotan banyak pihak, akhirnya Kokok meminta maaf.

"Saya tidak pengin membenarkan apa yang saya sampaikan, dan tidak menyalahkan. Tapi silakan yang menyimpulkan lah. Bahwa saya salah, ya saya mohon maaf," ujar Kokok kepada wartawan, Rabu (14/10/2020).

Namun hingga saat ini belum ada sanksi yang Kokok terima terkait dangdutan tanpa prokes itu. Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta agar Bupati Blora itu memberi sanksi dirinya sendiri.

"Karena bupati, suruh sanksi diri sendiri aja. Kalau saya sudah malu," kata Ganjar kepada wartawan di kantornya, Jalan Pahlawan, Kota Semarang, Selasa (13/10/2020).

Ganjar Pranowo mengingatkan agar para pemimpin daerah jangan memberi contoh yang buruk.

"Jangan kasih contoh yang buruk lah, untuk seluruh pemimpin. Kita ini butuh contoh, butuh teladan, butuh narasi positif. Kalau kemudian elite tidak berikan contoh, ya rusak," ujar Ganjar.

Ganjar mengaku memang tidak berkomunikasi langsung dengan Kokok terkait video viral itu. Namun ia sudah menyentil lewat sejumlah pejabat Pemkab Blora di media sosial.

"Secara langsung, tidak, karena saya terimanya dari medsos juga, saya menyampaikan. Sebenarnya di Blora sendiri dari cara komunikasinya melalui medsos saya anggap termasuk yang bagus, cukup responsif," jelasnya.

Tonton video 'Tak Bermasker, Bupati Blora Nyanyi dan Joget di Hajatan':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2