Kasus Corona Warung Soto di Solo, Pembeli Belum Ada yang Lapor

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Jumat, 16 Okt 2020 20:47 WIB
Plt Lurah Kepatihan Kulon bersama petugas babinsa dan linmas memasang pemberitahuan di depan warung Soto Podo Segere, Surakarta, Selasa (13/10/2020).
Petugas memasang pemberitahuan di depan warung soto, Jalan Monginsidi, Jebres, Solo, Selasa (13/10/2020). (Foto: Agung Mardika/detikcom)
Solo -

Petugas masih kesulitan melacak kasus virus Corona atau COVID-19 di sebuah warung soto, Jalan Monginsidi, Kelurahan Kepatihan Kulon, Jebres, Solo. Sudah empat hari ditempel pengumuman, tak satupun pembeli soto yang menghubungi petugas.

"Belum ada yang melapor. Kita juga sulit untuk melacaknya," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Solo, Siti Wahyuningsih saat dihubungi wartawan, Jumat (16/10/2020).

Setelah seorang penjual soto tersebut dinyatakan positif COVID-19, petugas kelurahan menempelkan pengumuman di sejumlah titik. Pembeli yang makan di warung itu pada 1-8 Oktober 2020 diminta melapor ke petugas.

"Bisa saja karena pelanggan tidak membaca. Tapi soto itu kan biasanya langganan. Atau mungkin juga karena mereka takut di-swab," ujar dia.

Menurutnya, seharusnya masyarakat kooperatif untuk membantu petugas memutus mata rantai COVID-19. Dia juga mewacanakan agar tempat-tempat makan menyiapkan semacam buku tamu.

"Mungkin sekarang warung makan wajib pakai buku tamu, ninggal nomor HP. Karena ini penting jika ada kejadian serupa," ujar Ning, sapaan dia.

Diberitakan sebelumnya, kasus warung soto itu muncul ketika ada tiga orang sekeluarga asal Mojosongo dinyatakan positif COVID-19. Sebelum berangkat melakukan tes swab mandiri, mereka sempat makan di warung soto tersebut.

Petugas kemudian melacak penghuni warung soto itu, yakni bapak, ibu dan dua anak. Dari empat orang tersebut, hanya ibunya yang terpapar COVID-19.

Karena tidak bergejala, si ibu menjalani karantina mandiri di rumah. Suami dan anaknya pun turut menjalani isolasi mandiri.

(bai/rih)