Sempat Landai, Jumlah Kasus Corona di Boyolali Melonjak Jadi 993

Ragil Ajiyanto - detikNews
Jumat, 16 Okt 2020 18:08 WIB
Kepala Dinkes Boyolali, Ratri S Survivalina, Jumat (9/10/2020).
Kepala Dinkes Boyolali, Ratri S Survivalina, Jumat (9/10/2020). (Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom)
Boyolali -

Kasus baru terkonfirmasi positif virus Corona atau COVID-19 di Boyolali melonjak dua hari terakhir. Hingga saat ini tercatat total kasus positif virus Corona di Boyolali mencapai 993.

"Untuk tambahan kasus update dua hari terakhir ini memang untuk kemarin ada sedikit penambahan yang cukup banyak. Karena sebelum-sebelumnya itu kita sudah landai, pertambahannya hanya sedikit-sdikit dan per tanggal 15 Oktober (2020) itu pertambahan kasusnya ada 31, sedangkan hari ini pertambahan kasusnya ada 3. Sehingga total dua hari ini ada pertambahan 34 kasus yang terdistribusi di 14 kecamatan," ungkap Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Boyolali, Ratri S Survivalina kepada wartawan di sela-sela kegiatan pengukuran tingkat kebugaran pegawai Dinkes Boyolali, di kompleks Sirkuit Gokart Boyolali, Jumat (16/10/2020).

Ratri menjelaskan penambahan terbanyak kasus baru Corona ada di Kecamatan Sawit dan Banyudono. Kasus baru Corona di dua kecamatan tersebut masing-masing lima kasus. Posisi selanjutnya yakni Kecamatan Karanggede dengan empat kasus baru Corona, sedangkan sisanya yakni 20 kasus tersebar di 11 kecamatan.

"Kemudian pertambahan (34) kasus tersebut ini memang paling banyak itu kontak erat dari kasus-kasus yang sebelumnya sudah positif," kata perempuan yang disapa Lina ini.

Dengan tambahan 34 kasus baru itu, kini total kasus konfirmasi positif COVID-19 di Boyolali hampir menyentuh angka 1.000, tepatnya 993 kasus.

"Update data COVID-19 di Kabupaten boyolali per tanggal 16 Oktober 2020, di mana jumlah total kasus konfirmasi positif sejumlah 993," kata Lina.

Dari 993 kasus tersebut, 136 pasien di antaranya masih dirawat, 79 orang isolasi mandiri, 741 selesai isolasi, dan 37 orang meninggal dunia.

Selain itu, lanjut Lina, ada 13 klaster penyebaran virus Corona yang masih aktif di Boyolali. Sebagian besar berupa klaster keluarga.

"Untuk klaster yang masih aktif ini yang selain keluarga ini ada tiga yang berasal dari tempat kerja, yaitu yang berasal dari Klinik Milla Husada (Banyudono), kemudian dari MIN Kebonan, Karanggede, dan dari RS Dr Oen Surakarta," jelas Lina.

"Klaster tilik ini juga masih aktif. Klaster tilikan yang berasal dari Desa Pulutan, Kecamatan Nogosari masih aktif juga. Kemudian yang lain itu mayoritas dari klaster keluarga yang berasal dari Desa Kateguhan, Juwangi, Pelem, Bantengan, Ngenden, Gombang, Dibal, Selodoko dan Pandeyan," paparnya.

Lina mengimbau masyarakat Boyolali untuk tetap menerapkan protokol kesehatan. Termasuk menerapkan protokol keseahatan saat berada di lingkungan keluarga.

"Karena meskipun itu anggota keluarga kita sendiri, ternyata kalau memang OTG, suka tidak suka anggota kelarga yang lain tetap harus menerapkan porotokol kesehatan sampai yang bersangkutan benar-benar negatif dari COVID-19," imbau Lina.

(sip/ams)