Demo Omnibus Law Digelar di Banyumas, Bupati Tolak Teken Dukungan Penolakan

Arbi Anugrah - detikNews
Kamis, 15 Okt 2020 17:37 WIB
Demo tolak Omnibus Law Cipta Kerja di Banyumas, Kamis (15/10/2020).
Demo UU Omnibus Law Cipta Kerja di Banyumas, Kamis (15/10/2020). Foto: Arbi Anugrah/detikcom
Banyumas -

Massa mahasiswa dari berbagai universitas di Kota Purwokerto dan organisasi masyarakat (ormas) di antaranya FPI dan Sakato Tiger Banyumas menggelar aksi demo tolak UU Omnibus Law Cipta Kerja hari ini. Mereka tergabung dalam Aliansi Serikat Masyarakat Bergerak Banyumas (Semarak).

Pantauan detikcom, massa datang ke gedung DPRD Kabupaten Banyumas sekitar pukul 14.00 WIB tadi. Massa membawa berbagai spanduk dan poster di antaranya 'Daulat rakyat pasti cabut Omnibus Law', 'Stop kekerasan terhadap demonstran #stop police brutality', '#Mosi Tidak Percaya', 'Tolak Omnibus Law', 'Cabut UU pakai Perppu, Bosque', 'Demokrasi menghilang, oligarki makin disayang'.

Dalam aksinya, massa meminta Bupati dan DPRD Banyumas untuk menandatangani kesepakatan terkait Omnibus Law Cipta Kerja.

Bupati Banyumas, Achmad Husein, yang menemui massa menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa dan masyarakat Banyumas yang berdemo hari ini.

"Pemerintah Kabupaten Banyumas adalah wakil dari pemerintah pusat, berati pemerintah Kabupaten Banyumas adalah anaknya dari pemerintah pusat, apa yang dilakukan pemerintah pusat sebagai ayah, anaknya tidak boleh durhaka kepada ayahnya," kata Husein di hadapan massa demo, Kamis (15/10/2020).

Dalam pernyataan itu, dia meminta pendemo terutama mahasiswa untuk menggunakan logika akal sehat dalam berpikir. Salah satunya, kata Husein, yakni pemerintah daerah sangat tergantung pada pemerintah pusat.

"Faktanya bahwa APBD Kabupaten Banyumas 87 persen berasal dari pemerintah pusat. Pemerintah Kabupaten Banyumas bangkrut tidak bisa apa-apa," katanya.

Dia berjanji kepada pendemo untuk menyampaikan tuntutan mahasiswa dan masyarakat terkait Omnibus Law hingga ke DPR dan Presiden Joko Widodo. Namun dia menolak menandatangani surat pernyataan menolak Omnibus Law.

"Dengan hormat, kepada anak-anakku semuanya, dengan sangat tulus hati saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Saya tidak memenuhi, tidak bisa memenuhi permintaan anak-anakku semuanya. Kecuali saya siap mengantarkan aspirasi anak-anakku semuanya sampai ke puncak," ucap Husein disambut teriakan mahasiswa yang kecewa.

Massa yang kecewa dengan jawaban Husein mengatakan akan terus bertahan hingga permintaannya tersebut dapat dipenuhi. Terpantau pada pukul 17.00 WIB massa masih bertahan. Ratusan polisi tampak mengamankan demo ini.

"Jawaban dari Bupati Banyumas sangat mengecewakan, kita masih tunggu apakah akan ada keberpihakan, apakah akan ada komitmen untuk mencabut Omnibus Law Cipta Kerja," teriak salah seorang orator.

(sip/rih)