Update Terkini Kasus Kericuhan Massa di Pedan Klaten

Achmad Syauqi - detikNews
Rabu, 14 Okt 2020 14:53 WIB
Video massa ribut di Pedan, Klaten, Minggu (4/10/2020)
Geger pecah keributan di Pedan, Klaten viral di media sosial. (Foto: Tangkapan layar Pedan terkini Twitter @kabarklaten)
Klaten -

Polisi telah menetapkan 17 tersangka dalam kasus keributan di Kecamatan Pedan, Klaten. Lima tersangka yang di bawah umur bakal mendapatkan pendampingan dari Dinas Sosial dan Balai Pemasyarakatan (Bapas).

"Ya kita ikut mendampingi tetapi posisi si anak sebagai saksi. Untuk posisinya yang berstatus tersangka nanti Bapas yang mendampingi," kata Pekerja Sosial Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Pemkab Klaten Nur Syukuri saat dimintai konfirmasi detikcom, Rabu (14/10/2020).

Nur menerangkan dalam kasus pidana yang melibatkan anak, pihak Bapas dan Pekejar Sosial bakal dilibatkan dalam pendampingan. Dia menyebut saat pemeriksaan saksi anak akan didampingi pekerja sosial sedangkan untuk pelaku anak akan didampingi oleh Bapas.

"Jadi beda-beda, tergantung posisi si anak dan statusnya. Kelima anak tersebut tidak ditahan Polres," lanjut Nur.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Klaten AKP Andriansyah Rithas Hasibuan mengatakan kelima tersangka anak itu tidak ditahan di tahanan Polres Klaten. Andriansyah menyebut para tersangka anak ini diberi diskresi karena masih di bawah umur.

"Jadi untuk yang anak kita proses hukum tapi dilakukan diskresi. Kita tidak tahan," terang Andriansyah saat ditemui detikcom di kantornya.

Andriansyah menjelaskan dari peristiwa itu telah ditetapkan 17 tersangka. Namun, dari pengembangan penyidikan tidak ada penambahan tersangka baru.

"Ya masih hanya 17 orang itu kita tetapkan tersangka. Pemberkasan masih terus kita lakukan," lanjut Andriansyah.

Rencananya pihaknya bakal mengirimkan berkas kasus keributan di Pedan itu ke Kejari Klaten pada pekan ini. Untuk tahap awal pelimpahan berkas tanpa tersangka.

"Kita serahkan dulu berkas, nantinya diperiksa jaksa yang kurang mana kita lengkapi. Setelah semua lengkap baru nanti bersama tersangka," kata Andriansyah.

Andriansyah menjelaskan ke-17 tersangka itu memiliki peran berbeda-beda. Ada yang melakukan perusakan, penganiayaan, membawa sajam, dan ada yang menghasut.

"Ada yang menghasut mengumpulkan rekan-rekanya untuk membuat keributan. Dari 17 ini yang masih di bawah umur ada lima orang," papar Andriansyah.

Sebelumnya diberitakan, peristiwa keributan di Pedan, Klaten itu terjadi pada Minggu (4/10) malam. Keributan itu ternyata dipicu masalah utang senilai Rp 100 ribu.

(ams/sip)