Mahasiswa Datangi Polrestabes Semarang Minta Penangguhan Penahanan 4 Kawannya

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Rabu, 14 Okt 2020 14:14 WIB
Mahasiswa datangi Polrestabes Semarang minta penangguhan penahanan 4 rekannya, Semarang, Rabu (14/10/2020).
Mahasiswa datangi Polrestabes Semarang minta penangguhan penahanan 4 rekannya, Rabu (14/10/2020). Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom
Semarang -

Sejumlah mahasiswa mendatangi Polrestabes Semarang hari ini. Mereka datang bersama pengacara meminta penangguhan penahanan empat rekan mahasiswanya yang berstatus tersangka terkait kericuhan demo UU Omnibus Law Cipta Kerja.

"Kedatangan kawan-kawan Unissula ini bersama universitas lain seperti Untag dan Unwahas. Ini Solidaritas kepada adik-adik kami. Ada empat orang, dua dari Unissula, satu (dari) Undip, dan satu Udinus," kata salah seorang peserta aksi, Laode Wahyudin, di Polrestabes Semarang, Rabu (14/10/2020).

Laode yang merupakan mahasiswa Unissula itu, mengaku datang bersama pengacara untuk berkomunikasi dengan pihak Polrestabes Semarang. Mereka datang untuk meminta penangguhan penahanan.

"Penangguhan penahanan kalau memang tidak bisa dibebaskan. Kasihan mereka masih semester satu," jelasnya.

Diwawancara terpisah, salah seorang pengacara, Achmad Arifullah, mengatakan saat ini fokus pendampingan ada pada dua mahasiswa Unissula. Sebab, para pengacara yang datang merupakan alumni Unissula dan tergabung dalam wadah Badan Konsultasi dan Bantuan Hukum Unissula.

"Tergabung dari beberapa organisasi advokat yang khusus untuk advokat alumni Unissula," kata Achmad.

"Untuk yang lain bila dimungkinkan dan memberi kuasa, ya kita tindak lanjuti. Sekarang fokus dua orang mahasiswa Unissula yang mmberi kuasa kepada kami," imbuhnya.

Achmad menjelaskan pihaknya berusaha agar ada penangguhan penahanan karena mahasiswa yang ditahan masih memiliki banyak kewajiban sebagai mahasiswa baru.

"Dasar penangguhan, mereka mahasiswa aktif yang saat ini berkewajiban menempuh akademik. Di mana keduanya aktif di Teknik Industri. Masih mahasiswa baru juga banyak kewajiban yang harus terpenuhi. Rektor juga menjamin untuk penangguhan penahanan," jelasnya.

Seorang pengacara yang lain, Victor Nizam menambahkan ada 50 pengacara yang tergabung dalam tim ini.

Saat ini para pengacara tersebut sedang bertemu dengan pihak kepolisian sedangkan mahasiswa yang mendampingi melanjutkan aksi diam mereka di depan Mapolrestabes Semarang.

Diberitakan sebelumnya, empat mahasiswa ditetapkan tersangka kasus perusakan pada demo tolak UU Ombibus Law di Jalan Pahlawan, Semarang pada 7 Oktober 2020 lalu. Aksi tersebut berakhir rusuh hingga menyebabkan beberapa fasilitas umum rusak.

(sip/ams)