Penyerang Wanita Sedang Salat di Musala Tegal Diperiksa Kejiwaannya

Imam Suripto - detikNews
Selasa, 13 Okt 2020 12:54 WIB
Polisi tangkap penyerang wanita yang sedang salat di musala, Kabupaten Tegal, pada Jumat (9/10/2020).
Mamat saat berada di tahanan. (Foto: Dok Polres Tegal)
Kabupaten Tegal -

Muhamad Nur Yusuf alias Mamat (41) yang ditangkap polisi karena diduga pelaku pemukulan terhadap Ruminah yang sedang salat di musala di Tegal, Jateng, menjalani observasi kejiwaan. Para saksi dan tetangga Mamat menyebutnya memiliki gangguan kejiwaan.

Kasat Reskrim Polres Tegal AKP Heru Sanusi mengungkapkan, penyelidikan polisi terhadap kasus tersebut mengarah bahwa Mamat mengalami gangguan kejiwaan.

"Dari keterangan saksi warga, Mamat ditengarai mengalami gangguan jiwa. Polisi pun membawanya ke bagian klinik kejiwaan RSUD Suselo Tegal, untuk menjalani observasi sebelum menjalani proses hukum lebih lanjut," ungkap Heru.

Terkait pemeriksaan tersebut, polisi sampai hingga hari ini belum menentukan status hukum Mamat. Proses penyidikan akan dilanjutkan setelah hasil observasi jiwa Mamat dari rumah sakit keluar.

Heru menegaskan jika hasil observasi kejiwaan Mamat dinyatakan tidak mengidap gangguan jiwa maka akan dilanjutkan ke tahapan penyidikan. Namun bila dokter ahli jiwa menyatakan Mamat positif mengidap sakit jiwa, maka Mamat akan diserahkan ke Dinas Sosial Kabupaten Tegal.

"Tetap kami lanjut hanya saja berbeda prosesnya. Jika sakit jiwa akan diserahkan ke Dinsos, tapi jika sehat akan dilanjutkan ke tahapan penyidikan," beber Heru.

Mamat, sambung Heru, selama ini tinggal sendirian di rumah orang tuanya. Bahkan tetangga menyebut, Mamat kadang keluyuran sampai tidak pulang. Pria ini juga tidak memiliki pekerjaan. Sehingga kebutuhan makannya banyak dibantu oleh para tetangganya.

"Warga sudah tahu dia itu sakit jiwa. Dia hidup sendiri di rumah orang tua dan kadang tidak pulang," tutur Heru.

Diberitakan sebelumnya, seorang wanita bernama Ruminah (54) mengalami luka hingga mendapat delapan jahitan di kepalanya akibat dipukul seseorang pada awal pekan lalu. Peristiwa itu terjadi di Musala Ashodiqiin di Desa Lebeteng, Kecamatan Tarub, Kabupaten Tegal, sekitar pukul 04.00 WIB, Senin (5/10).

Ruminah dipukul dari arah belakang saat di tengah rakaat kedua salatnya. Muazin yang ada di lokasi kejadian sempat berusaha mengejar pelaku tapi tak berhasil.

(mbr/sip)