Demo Ricuh di Malioboro, Polda: 3 Pendemo Masih Dirawat-1 Polisi Stroke

Pradito Rida Pertana - detikNews
Senin, 12 Okt 2020 17:06 WIB
Kabid Humas Polda DIY Kombes Yuliyanto, Senin (12/10/2020).
Kabid Humas Polda DIY Kombes Yuliyanto, Senin (12/10/2020). (Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom)
Yogyakarta -

Polisi menyebut hingga saat ini masih ada tiga orang peserta demo tolak omnibus law UU Cipta Kerja berujung ricuh di DPRD DIY, Jalan Malioboro, Kota Yogyakarta, yang menjalani perawatan medis. Selain itu, ada seorang polisi yang mengalami luka dan berujung stroke.

"Ada tiga yang masih dirawat, satu karena rapid test hasilnya reaktif, dan yang bersangkutan saat ini menunggu hasil swab, sementara diisolasi di RS Bhayangkara (Polda DIY)," kata Kabid Humas Polda DIY Kombes Yuliyanto saat ditemui wartawan di Kompleks Kantor Gubernur DIY, Kecamatan Danurejan, Kota Yogyakarta, Senin (12/10/2020).

Menurut Yuliyanto, seorang peserta demo itu telah menjalani swab test pada tanggal 10 Oktober.

Kemudian dua peserta demo tolak UU Cipta Kerja lainnya yang masih menjalani perawatan berstatus sebagai mahasiswa. Keduanya disebut mengalami luka diduga kena pukulan.

"Untuk yang dua itu (dirawat) karena pada saat unjuk rasa itu mungkin terkena pukulan atau apa karena situasi kemarin seperti itu (sangat tidak kondusif)," ujarnya.

Yuliyanto menyebut bukan polisi yang melakukan pemukulan terhadap kedua peserta demo tersebut. Dia mengklaim pihaknya tidak bertindak represif saat menghadapi pendemo.

"Kalau polisi pukuli tersangka itu sudah tidak zamannya lagi. Apalagi kalau katakanlah mereka mahasiswa terus dipukuli sama polisi, itu tidak zamannya lagi," katanya.

"Kalau misal pas dorong-dorongan situasi ramai bisa jadi, tapi kalau sudah diinterogasi kemudian dipukuli tidak lah. Seandainya ada, tentu di dalam pengamanan ada provos untuk memastikan apa yang dilakukan polisi sudah sesuai apa belum. Ketika polisi melakukan tugas menyeleweng akan langsung diingatkan provos," lanjutnya.

Yuliyanto menambahkan, ada seorang anggota Polresta Yogyakarta yang terluka saat mengamankan demo tolak UU Omnibus Law Cipta Kerja di kantor DPRD DIY tersebut. Saat ini anggota Sat Sabhara bernama Iptu Suyadi itu masih berada di RS Bhayangkara Polda DIY dan akan dirujuk ke RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur.

"Kalau Pak Dirkrimum lecet di kepalanya dan yang Pak Yadi itu sekarang kondisinya menjadi stroke. Yang bersangkutan mau dikirim ke Jakarta untuk dirawat di Kramat Jati. Sebenarnya ada potensi untuk itu (stroke) tapi dipicu oleh benturan yang kemarin itu," jelas Yuliyanto.

Sementara itu, menyoal hasil pemeriksaan kasus perusakan DPRD DIY dan restoran Legian di Jalan Malioboro saat demo Omnibus Law, Yuliyanto mengaku polisi saat ini masih mempelajari rekaman CCTV.

"Mempelajari beberapa petunjuk CCTV maupun rekaman yang sempat dibuat masyarakat dan beredar. Mudah-mudahan nanti ada titik terang soal yang melempar (DPRD dan restoran Legian)," ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, aksi demo tolak omnibus law UU Cipta Kerja di depan kantor DPRD DIY, Jalan Malioboro, berujung rusuh, Kamis (8/10). Fasilitas di kantor DPRD DIY, sejumlah kendaraan, dan halte bus Trans Jogja rusak, bahkan restoran yang ada di sebelah gedung DPRD DIY terbakar.

Selain itu sejumlah fasilitas umum lainnya juga rusak, termasuk pos polisi.

Terkait demo rusuh tersebut, polisi sempat mengamankan 95 orang. Empat di antaranya diproses hukum lebih lanjut karena melakukan perusakan pos polisi di Jalan Abu Bakar Ali.

"Dari 95 orang ini dapat kita proses pidananya empat orang yakni pelaku perusakan terhadap pospol lantas di belakang hotel Garuda," kata Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, AKP Riko Sanjaya saat jumpa pers di Mapolresta Yogyakarta, Jumat (9/10).

Lihat video 'Detik-detik Resto Legian Malioboro Diduga Dilempar Molotov':

[Gambas:Video 20detik]



(rih/ams)