Round-Up

5 Fakta yang Diungkap Polisi dari Rusuh di Malioboro Yogya

Pradito Rida Pertana - detikNews
Sabtu, 10 Okt 2020 09:15 WIB
Kawasan Malioboro berangsur normal pasca demo rusuh di Kantor DPRD DIY kemarin, Kamis (8/10). Begini kondisi Malioboro pagi ini.
Suasana di Malioboro Yogyakarta pascarusuh, Jumat (9/10/2020). (Pradito Rida Pertana/detikcom)
Yogyakarta -

Polisi mengamankan puluhan orang terkait demo tolak omnibus law UU Cipta Kerja di DPRD DIY yang berujung rusuh di kawasan Malioboro, Kota Yogyakarta, Kamis (8/10). Dalam jumpa pers yang digelar Polresta Yogyakarta, polisi menyampaikan sejumlah fakta terbaru dari kericuhan tersebut.

1. 95 Orang Diamankan

Sebanyak 95 orang diamankan polisi di sejumlah lokasi berbeda. Mereka menjalani rapid test dan hasilnya ada seorang di antaranya yang reaktif.

"Untuk mencegah kerusuhan berlanjut, polisi bersama masyarakat mengamankan massa demo pada saat dan setelahnya kejadian di beberapa tempat, yakni sekitar pospol ABA, sekitar DPRD DIY, sekitar parkiran ABA, Tugu, Pasar Sore, pos Teteg, dan Bumijo," katanya saat jumpa pers di Mapolresta Yogyakarta, Jumat (9/10).

"Hasilnya, massa demo yang diamankan di Polresta (Yogyakarta) sebanyak 95 orang dengan rincian mahasiswa 36 orang, pelajar 32 orang, wiraswasta 16 orang, dan pengangguran 11 orang," lanjutnya.


2. 4 Orang Jadi Tersangka Perusakan

Dari pemeriksaan, polisi melanjutkan proses hukum terhadap empat orang karena melakukan perusakan pos polisi di belakang Hotel Garuda.

Empat orang itu adalah IM (16) warga Bantul, SB (16) warga Kelurahan Ngampilan, Kecamatan Ngampilan, LA (16) dan Candra Firmansyah (19) keduanya warga Kelurahan Suryatmajan, Kecamatan Danurejan. Polisi menyebut mereka berasal dari dua grup berbeda.

"Jadi untuk yang empat orang, 2 itu anak sekolah, pelajar, dan 2 lagi terdiri dari satu orang dewasa dan satu lagi di bawah umur," ucapnya.

3. Motif di Balik Perusakan

Riko menjelaskan empat orang tersangka itu ikut aksi karena mendapat pesan berantai dari WhatsApp. Mereka mengaku melakukan perusakan karena ikut-ikutan.

"Karena itu, saat ini kita juga menyelidiki grup WA untuk menemukan provokatornya," ucapnya.

"Dari empat orang ini, ada dua orang yang dikenai Pasal 170 dan dua orang percobaan pembakaran karena dua orang ini membawa bensin dan berniat membakar pospol, tapi ada bapak-bapak mengingatkan jangan dibakar dan akhirnya tidak terlaksana," kata Riko.

Riko mengatakan, mereka yang dikembalikan kepada orang tua diminta wajib lapor. Sedangkan untuk tersangka pelajar, polisi akan memanggil kepala sekolah tempat mereka belajar.

"Kita akan memanggil kepala sekolahnya untuk datang menjemput siswanya. Karena hingga kini kan masih online tapi kok ikut demo dan menggunakan pakaian sekolah," lanjutnya.

4. Polisi Buru Pelaku Perusak gedung DPRD dan Pembakar Restoran Legian

Tak hanya itu, saat ini polisi masih memburu pelaku perusakan kantor DPRD DIY dan pelaku yang memicu dibakarnya Restoran Legian. Polisi tengah mempelajari rekaman CCTV di sejumlah titik untuk mempercepat penangkapan pelaku.

Riko mengatakan pihaknya dibantu Polda DIY tengah melakukan penyelidikan terkait penyebab pasti terbakarnya Restoran Legian.

5. Polisi Ungkap Dugaan Restoran Legian Terbakar karena Molotov

Polisi mengungkap, berdasarkan rekaman CCTV, diduga api yang membakar Restoran Legian Malioboro berasal dari molotov.

"Kemungkinan besar, dari pengecekan CCTV itu, ada indikasi molotov (dilempar ke Restoran Legian) tapi masih kita dalami CCTV-nya," kata Riko.

Lihat video 'Detik-detik Resto Legian Malioboro Diduga Dilempar Molotov':

[Gambas:Video 20detik]



(sip/sip)