Tilik Jadi Klaster Baru Corona di Boyolali

Ragil Ajiyanto - detikNews
Jumat, 09 Okt 2020 14:57 WIB
Kepala Dinkes Boyolali, Ratri S Survivalina, Jumat (9/10/2020).
Kepala Dinkes Boyolali, Ratri S Survivalina, Jumat (9/10/2020). (Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom)
Boyolali -

Sebanyak delapan orang dinyatakan positif tertular virus Corona atau COVID-19 setelah tilik atau menjenguk orang sakit di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Kasus ini pun menjadi klaster baru COVID-19 di Boyolali.

"Klaster besuk orang sakit atau klaster tilikan, ini lokasinya ada di Desa Pulutan, Kecamatan Nogosari," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Boyolali Ratri S Survivalina kepada wartawan di kantornya, Jalan Pandanaran, Boyolali, Jumat (9/10/2020).

Lina menjelaskan, kasus klaster tilik tersebut berawal dari warga di desa tersebut yang menjenguk pasien inisial JHP yang sakit di rumah. JHP merupakan pelaku perjalanan dan sakit di rumah. Para tetangga kemudian tilik ke rumah JHP tersebut.

Dalam perjalanan waktu, ternyata sakit yang diderita JHP semakin parah. Oleh pihak keluarganya diperiksakan ke tenaga kesehatan. Hasil rapid test JHP reaktif dan hasil pemeriksaan swab dinyatakan positif COVID-19.

"Sekarang yang bersangkutan posisinya mondok (dirawat) di ruang Brotowoli RSUD Pandan Arang (Boyolali)," jelas Lina.

Setelah JHP dinyatakan positif terinfeksi virus Corona, Dinas Kesehatan Boyolali langsung melakukan tracing dan ditemukan ada 26 kontak erat. Dari hasil screening kontak erat tersebut, delapan orang di antaranya dinyatakan positif COVID-19.

"Sehingga kami mengimbau kepada masyarakat, jangan pernah lupa menegakkan protokol kesehatan. Kemudian jangan pernah membuat kerumunan walaupun itu terkait dengan permasalahan sosial yang harus dihadapi oleh masyarakat," imbau dia.

Selain klaster tilik tersebut, klaster keluarga juga masih mewarnai penambahan kasus baru Corona di Boyolali.

Menurut Lina, dalam empat hari terakhir yakni tanggal 6-9 Oktober 2020 terdapat 77 kasus baru COVID-19 di Boyolali. Penambahan kasus baru dalam empat hari terakhir ini memang cukup besar, yakni sekitar 20 kasus baru per hari.

Pada tanggal 6 Oktober terdapat tambahan 13 kasus baru. Kemudian tanggal 7 Oktober bertambah 21 kasus, tanggal 8 Oktober 20 kasus dan tanggal 9 Oktober hari ini bertambah 23 kasus.

Dari jumlah 77 kasus baru tersebut tersebar di 16 kecamatan. Paling banyak yakni di Kecamatan Ngemplak sejumlah 15 kasus. Selanjutnya Kecamatan Nogosari sebanyak 11 kasus baru.

"Sehingga sampai saat ini kasus COVID-19 di Boyolali, total sudah mencapai angka 945. Yang posisinya itu masih dirawat ini ada 87, yang melaksanakan isolasi mandiri ada 107, kemudian yang selesai isolasi ada 716 dan kasus yang meninggal ada sejumlah 35 orang," terang Lina.

Pihaknya mengimbau masyarakat supaya lebih mewaspadai dan menegakkan protokol kesehatan secara lebih ketat lagi. Baik yang berada di masyarakat maupun di institusi-institusi pelayanan kesehatan maupun non pelayanan kesehatan.

Hati-hati! Ini 3 Tempat yang Rawan Penularan Corona:

[Gambas:Video 20detik]



(rih/sip)