Demo Omnibus Law di Brebes Diwarnai Kericuhan dan Gas Air Mata

Imam Suripto - detikNews
Jumat, 09 Okt 2020 15:24 WIB
Demo Omnibus Law di Brebes diwarnai kericuhan dan gas air mata, Jumat (9/10/2020).
Demo tolak Omnibus Law di Brebes diwarnai kericuhan dan tembakan gas air mata, Jumat (9/10/2020). Foto: Imam Suripto/detikcom
Brebes -

Demo memprotes UU Omnibus Law Cipta Kerja digelar di depan gedung DPRD Brebes, Jawa Tengah, hari ini. Demo tersebut diwarnai kericuhan.

Pantauan detikcom, massa demo gelombang pertama telah menggelar aksi sejak pagi hingga sekitar pukul 10.00 WIB dengan kondusif, Jumat (9/10/2020).

"Kami menolak disahkannya UU itu. Kami menuntut agar pemerintah mencabut kembali," seru salah seorang koordinator aksi, Mukti.

Beberapa saat setelah massa gelombang pertama bubar, massa gelombang kedua datang ke lokasi yang sama. Massa yang datang kali ini jumlahnya lebih banyak dari sebelumnya.

Di depan kantor DPRD Brebes, mereka menggelar orasi dan membentangkan berbagai spanduk. Menjelang salat Jumat, aksi yang semula tenang tiba-tiba memanas. Tampak ada lemparan batu, botol, petasan dan batu.

Sejumlah petugas Brimob diturunkan untuk memukul mundur massa. Massa digiring ke Jalan Ahmad Yani, Brebes.

Hingga waktu salat Jumat berakhir, massa masih bertahan di Jalan Ahmad Yani, Brebes. Polisi kembali membubarkan massa dengan tembakan gas air mata.

Demo Omnibus Law di Brebes diwarnai kericuhan dan gas air mata, Jumat (9/10/2020).Demo tolak Omnibus Law di Brebes diwarnai kericuhan dan tembakan gas air mata, Jumat (9/10/2020). Massa dipukul mundur ke arah Jalan Ahmad Yani, Brebes. Foto: Imam Suripto/detikcom

Massa mundur sampai ke kawasan alun-alun. Di lokasi ini, mereka bertemu dengan ratusan massa dari kalangan buruh yang akan menggelar demo untuk gelombang ketiga.

Massa gabungan ini lalu kocar kacir karena tembakan gas air mata. Mereka berlarian ke arah barat dan melewati jembatan Sungai Pemali.

Situasi mulai kondusif sekitar pukul 14.00 WIB setelah pengunjuk rasa membubarkan diri.

(sip/rih)