Sejumlah Wartawan Jadi Korban Saat Kericuhan di Malioboro Kemarin

Jauh Hari Wawan S. - detikNews
Jumat, 09 Okt 2020 12:41 WIB
Massa melempari botol air mineral ke arah petugas Kepolisian yang berjaga di pintu masuk Gedung DPRD Provinsi Yogyakarta, Kamis (8/10/2020).
Demo tolak UU Omnibus Law Cipta Kerja di depan gedung DPRD DIY, Malioboro berakhir ricuh, Kamis (9/10/2020). Foto: PIUS ERLANGGA/detikcom
Yogyakarta - Demo menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja di DPRD DIY, Jalan Malioboro, Yogyakarta berujung ricuh kemarin. Sejumlah wartawan ikut menjadi korban kekerasan dalam kericuhan tersebut.

"Digebuk anak pelajar pakai besi rambu lalu lintas," kata fotografer detikcom, Pius Erlangga, Jumat (9/10/2020).

Akibatnya, Pius mengalami luka terbuka di bagian lutut kiri, bengkak serta memar di paha kiri dan tangan kiri. Namun, Pius memastikan tak ada keretakan tulang yang dialaminya.

Selain itu Pius juga mengalami kerugian karena lensa kamera pecah akibat hantaman besi itu. Lensa kamera Canon 20mm f/2.8 tersebut rusak total.

Selain Pius, wartawan detikcom lain yakni Pradito Rida Pertana juga mengalami kerugian akibat kericuhan kemarin. Motornya yang diparkir di selasar gedung DPRD DIY jadi sasaran massa.

Ketika massa merangsek, area parkiran dipenuhi massa aksi. Banyak kendaraan yang terparkir di lokasi itu ikut dirusak.

Namun ternyata massa juga berhasil merangsek lebih jauh. Motor Pradito akhirnya terjangkau juga. Motornya dijatuhkan dan dipukuli massa menggunakan besi.

Speedometer hancur, spion hancur, tedeng mesin pecah, dan ada kerusakan beberapa onderdil lain. Sedangkan helm milik Pradito hilang.

"Motor bagian depan, speedometer rusak. Helm hilang. Tapi alhamdulillah kerusakan tidak terlalu parah," kata Dito.

Selain itu, fotografer Berita Antara Hendra Nurdiyansyah (30) turut menjadi korban lemparan batu saat kericuhan tersebut.

"Saya sempat lari dan sudah sembunyi di belakang mobil polisi, tapi karena batunya gede langsung kena engkel," kata Hendra.

"Seperti hujan batu," lanjutnya.

Hendra mengaku saat itu dia langsung mundur ke bagian belakang Kantor DPRD DIY. Dia lalu meminta pertolongan medis.

"Engkel saya kena batu sekitar dua tiga kepal tangan ukurannya. Tadi setelah saya ke sini dikasih sprayer sama Dokpol," ucapnya.

Wartawan selanjutnya yang jadi korban yakni Febian Deri. Febian yang merupakan wartawan Jawa Pos TV itu mengalami luka di tangan karena lemparan batu. Selain itu handycam milik Febian pecah dan tak bisa dipakai lagi.

"Saya lagi merekam. Tahu-tahu ada lemparan batu. Kena handycam saya. Ini tangan saya yang pegang handycam juga memar karena kena batu. Sekarang handycam saya rusak enggak bisa dipakai," kata Febian.

Diwawancara terpisah, Kasubag Humas Polresta Yogyakarta AKP Sartono mengatakan akan mengecek dulu informasi terkait wartawan yang menjadi korban saat aksi demo di DPRD DIY.

"Saya cek dulu (laporannya)," kata AKP Sartono, hari ini. (sip/sip)