Sunda Empire Trending di Twitter, Menengok Lagi Jejak Petingginya di Brebes

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 06 Okt 2020 10:58 WIB
Trending topik Twitter, Selasa (6/10/2020).
Foto: Tangkapan layar Sunda Empire masuk daftar trending topik Twitter, Selasa (6/10/2020).
Yogyakarta - Sunda Empire masuk dalam daftar trending topik di Twitter siang ini. Netizen ramai-ramai mencuit tentang Sunda Empire yang kini kasusnya masih dalam persidangan.

Pantauan detikcom, Selasa (6/10/2020) pukul 10.35 WIB, Sunda Empire berada di nomor tujuh daftar trending Indonesia. Beberapa cuitan netizen bernada canda, sindiran hingga satir. Di antaranya, oleh akun @__PIJE, "How are you, Sunda Empire? Let me join your kingdom."

Selanjutnya, cuitan oleh akun @iamgalenc, "pls make a comeback, sunda empire."

"love sunda empire
hate DPR," cuit @primayudhaaa.

Kemudian cuitan dari akun @suhhflowers, "...sunda empire is better than dpr i guess..."

Menoleh lebih jauh ke belakangan, salah seorang pemimpin Sunda Empire ternyata justru bukan bersuku Sunda. Pria yang mengaku bernama Raden Rangga Sasana itu justru bukan bersuku Sunda, melainkan berasal dari Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

Para tetangga membenarkan Rangga dan keluarganya tinggal di rumah yang terletak di Desa Grinting kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

detikcom sempat menelusuri keberadaan Rangga pada Minggu, 19 Januari 2020. Rumah keluarga Raden yang berada di Jalan Nila Desa Grinting kala itu tampak sepi.

Salah seorang kerabat Raden Rangga, Susi (32), mengatakan rumah itu ditempati oleh orang tua Raden Rangga. Susi mengaku tak tahu detail kegiatan Rangga.

Menurutnya, Rangga selama ini jarang pulang ke rumahnya di Brebes. Meski tak tahu detail kegiatan Rangga, Susi mengaku beberapa kali menyaksikan Rangga sering mengenakan seragam loreng layaknya serdadu lengkap dengan aksesorisnya.

Keterangan serupa disampaikan oleh Lilis (48) tetangga Raden Rangga. Dia mengaku sering melihat Raden Rangga menggelar pertemuan di rumah orang tuanya itu.

Kini, Raden Rangga dan dua temannya yakni Nasri Banks dan Raden Ratna Ningrum masih menjalani sidang atas kasusnya di Pengadilan Negeri (PN) Bandung. Jaksa menuntut tiga orang tersebut hukuman 4 tahun bui pada Selasa (22/9).

Dalam amar tuntutannya, jaksa Kejati Jabar Suharja menilai ketiga terdakwa terbukti bersalah dan meyakinkan menyebarkan berita bohong. Hal itu sesuai dakwaan ke satu Pasal 14 ayat (1) UU No 1 Tahun 1946. "Akibat perbuatannya telah menimbulkan keonaran di kalangan masyarakat Sunda. Karena telah mengotori dan mengusik keharmonisan masyarakat khususnya masyarakat Sunda," tutur jaksa.

Jaksa menuturkan kehadiran Sunda Empire ini berawal saat Nasri Banks membaca sejarah tahun 2003 yang tidak benar sumbernya. Lalu meyakini istrinya Raden Ratna Ningrum merupakan keturunan Alexander The Great. Nasri juga meyakini kedatangan seseorang membawa sertifikat bernilai ratusan dolar.

Berdasarkan keterangan para terdakwa, kata Jaksa, Kekaisaran Sunda Empire juga mengklaim seluruh lembaga dunia seperti PBB dan NATO didirikan di Bandung. "PBB, NATO, Pentagon dan World Bank didirikan oleh Kaisar Sunda Empire di Gedung Isola Bandung merupakan berita bohong karena tidak sesuai dengan fakta sejarah," ujarnya. (sip/mbr)