Usut Kecelakaan Maut di Sleman, Polisi Tes Darah Sopir-Cek CCTV

Jauh Hari Wawan S - detikNews
Senin, 05 Okt 2020 14:28 WIB
Kecelakaan maut terjadi di Jalan Magelang Km 8, Sendangadi, Mlati, Sleman, Sabtu (3/10/2020). Empat orang dilaporkan meninggal dunia dalam kecelakaan adu banteng antara mobil dengan mobil tersebut.
Kondisi mobil yang terlibat kecelakaan maut di Jalan Magelang Km 8, Sleman, Sabtu (3/10/2020). (Foto: Jauh Hari Wawan S/detikcom)
Sleman -

Polisi masih mendalami kecelakaan maut adu banteng antara mobil Honda Mobilio dan Mitsubishi Xpander yang menewaskan empat orang di Jalan Magelang Km 8, Kabupaten Sleman, DIY. Polisi melakukan tes darah terhadap empat korban selamat dan mengecek rekaman CCTV.

"Semua kami lakukan tes darah. Hasil lab sudah keluar kami koordinasi dengan dokter ahli untuk membacakan hasil lab apakah kandungan alkohol itu ada (atau tidak)," kata Kanit Lantas Polres Sleman Iptu Galan Adi Darmawan saat ditemui di Mapolres Sleman, Senin (5/10/2020).

"Kalau ada (kandungan alkohol) apakah berpengaruh pada kesadaran saat mengemudi itu yang kita dalami. Tapi untuk hasil labnya kita masih menunggu," sambungnya.

Polisi hingga saat ini belum menetapkan tersangka karena masih melakukan penyelidikan awal. Sejauh ini sudah ada sejumlah saksi yang dimintai keterangan. Polisi pun telah mengumpulkan alat bukti.

"Saksi ada 3-4 orang. Sejak kemarin sudah meminta keterangan saksi lingkungan di sekitar TKP kemudian rekaman CCTV sudah diambil ada beberapa rekaman. Kita fokus TKP dan mengumpulkan alat bukti dulu," terangnya.

Untuk penetapan tersangka, lanjutnya, dilakukan secara hati-hati. Apalagi pengemudi Mobilio masih belum genap berusia 17 tahun dan belum diketahui secara pasti terpengaruh alkohol atau tidak. Oleh karenanya harus menunggu hasil pembacaan lab secara utuh.

"Anak di bawah umur ada proses diversi. Diversi ada kategorinya jadi kita memastikan kondisinya apakah benar yang bersangkutan itu terpengaruh alkohol atau tidak," paparnya.

Termasuk menentukan pasal yang tepat untuk menjerat tersangka, polisi juga masih belum memastikan pasal mana yang bisa digunakan.

"Kalau diversi di bawah 7 tahun tapi kalau terpengaruh alkohol kita kenakan Pasal 311 KUHP ayat 5, kalau tidak terpengaruh kita kenakan pasal 310 KUHP ayat 4 ancamannya di bawah 6 tahun," tambahnya.

Lebih lanjut, kondisi kesehatan pengemudi Mobilio masih belum stabil. Bahkan sempat mengalami penurunan kondisi.

"Pengemudi Mobilio, masih naik turun baru bisa melek, belum stabil. Bahkan kemarin dari dokter menyebut sempat mengalami penurunan kesadaran karena pendarahan di bagian kepala," ungkapnya.

Baik pengemudi Mobilio dan dua penumpangnya, saat ini telah dirujuk ke rumah sakit di daerah Semarang atas permintaan keluarga. Sementara pengemudi Xpander menjalani rawat jalan.

"Untuk kondisi korban dari permintaan keluarga sudah dirujuk ke rumah sakit di Semarang. Karena kita tidak bisa menghalangi hak untuk mendapatkan perawatan medis," paparnya.

"Korban yang lain dari informasi cukup stabil tapi masih ada trauma, kami pantau kondisi kesehatan kalau sudah stabil dan bisa dimintai keterangan. Sementara pengemudi Xpander sudah rawat jalan sejak kemarin," sambungnya.

Diketahui, kecelakaan maut itu terjadi Sabtu (3/10) sekitar pukul 06.00 WIB. Kecelakaan itu melibatkan mobil Honda Mobilio merah bernopol H 8571 RG dengan mobil Mitsubishi Xpander bernopol B 2004 BZP.

Empat orang tewas dalam kecelakaan tersebut, mereka adalah penumpang Mobilio. Dari hasil olah TKP, polisi menemukan minuman beralkohol di mobil tersebut.

(rih/sip)