2 Kades di Klaten Dilaporkan ke Bawaslu Gegara Dugaan Tak Netral

Achmad Syauqi - detikNews
Minggu, 04 Okt 2020 18:30 WIB
Kantor Bawaslu Klaten, Sabtu (3/10/2020).
Kantor Bawaslu Klaten (Foto: Achmad Syauqi/detikcom)
Klaten -

Dua orang kepala desa di Klaten dilaporkan ke Bawaslu karena diduga tidak netral di Pilkada 2020. Salah satu kades dilaporkan karena memakai kaos salah satu paslon.

"Ada dua kades yang dilaporkan oleh tim sukses dan pemenangan Paslon. Ini tentang netralitas kades dari dua kecamatan," kata Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Kabupaten Klaten Tri Hastuti saat dihubungi detikcom, Minggu (5/10/2020).

Tri Hastuti menyebut dua kades yang dilaporkan itu berasal dari Klaten Tengah dan Klaten Utara. Kedua kades itu dilaporkan tim sukses salah satu paslon.

"Jadi ada yang karena memakai kaos salah satu Paslon. Ada juga yang mengacungkan simbol jari salah satu paslon," ujar Tri Hastuti.

Namun, pelapor belum melengkapi laporannya dan baru membawa foto yang diduga menunjukkan ketidaknetralan. Mengutip peraturan Bawaslu nomor 14 Tahun 2017, pelapor wajib menyertakan syarat formil dan materiil yang lengkap.

"Dia hanya menyertakan syarat formil ada pelapor, terlapor dan uraian kejadian. Tetapi syarat materiil tentang saksi dan barang bukti tidak terpenuhi," terang Tri.

"Tim sukses tidak membawa bukti dan saksi. Hanya bawa foto versi dia (tim sukses) ini kades di Klaten Utara dan Klaten Selatan," paparnya.

Pihaknya pun menunggu syarat formil dan materiil itu dilengkapi hingga Senin (5/10) besok. Jika syarat sudah lengkap maka laporan itu bisa diproses.

"Yang harus dilengkapi dua saksi dan dua alat bukti. Jika tidak bisa melengkapi maka laporan itu tidak bisa diregister dan akan dilimpahkan ke Panwascam sebagai temuan awal," jelas dia.

"Batas waktu melengkapi laporan itu berakhir tanggal 5 Oktober pukul 00.00 WIB. Kita memberi waktu dua hari untuk melengkapi syarat materiil," terang Tri Hastuti.

Dengan tambahan dua kades ini, total ada enam kades yang dilaporkan ke Bawaslu terkait dugaan tidak netral. Untuk empat kades lainnya sudah dikaji dan masih menunggu kesimpulan.

"Yang empat kades kajiannya belum disimpulkan. Baru dari Kecamatan Tulung, karena ada bukti klarifikasi dari KPU menjelaskan tim sukses bisa digantikan sehari sebelum masa kampanye dan di Tulung nama kades sudah diganti," terang Tri Hastuti.

Pihaknya masih mengkaji apakah para kades itu melanggar administrasi atau pidana. "Apakah pelanggaran administrasi, pidana atau apa belum bisa disimpulkan. Kita masih kaji dulu," ujar Tri Hastuti.

Sebelumnya diberitakan, empat kades diperiksa di Bawaslu Kabupaten Klaten karena dilaporkan tidak netral di Pilkada Klaten. Ada yang mengajak memilih Paslon saat pembagian bantuan, menjadi tim sukses, hingga mengacungkan jari simbol paslon tertentu.

(ams/ams)