Round-Up

7 Fakta Terungkap dari Air Laut Pantai di Jepara yang Mendadak Surut

Dian Utoro Aji - detikNews
Kamis, 01 Okt 2020 08:39 WIB
Video yang menunjukkan air laut surut di Pantai Benteng Portugis, Jepara, Jawa Tengah hingga memperlihatkan pasir pantai membuat heboh di media sosial.
Air Laut Surut di Pantai Benteng Portugis, Jepara (Foto: Dian Utoro Aji/detikcom)
5. Warga menyebutnya bagian dari pasang surut air laut
Warga setempat di sekitar Pantai Benteng Portugis menganggap video viral air surut adalah kejadian biasa terjadi. Apalagi kondisi pantai banyak lumpur.

"Kalau orang-orang sini sudah biasa. Pasang surut sudah biasa kalau orang sini. Kalau siang ini surut kalau pagi pasang," kata Budi warga setempat saat ditemui detikcom di Pantai Benteng Portugis.

Nelayan lainnya, Kasmir mengatakan air laut di Pantai Benteng Portugis akan surut pada siang malam. Baru kemudian dini hari sampai pagi akan pasang.

"Siang ini surut, mulai pukul 07.00-02.00 WIB. Setelah itu baru 02.00 dinihari sampai pagi itu pasang. Kalau pasang ya penuh sampai sini," ujar Kasmis kepada detikcom.

6. BMKG: Fenomena jelang pergantian bulan
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta menilai fenomena pasang surut seperti video di Pantai Benteng Portugis Jepara adalah kejadian lumrah. Fenomena itu terjadi menjelang bulan baru.

"Ya pasang surut jelang bulan baru normal terjadi. Kalau fenomena lain sampai sekarang belum ada catatan monitoring alat kami," kata Kepala BMKG Yogyakarta, Agus Riyanto saat dimintai konfirmasi detikcom lewat pesan singkat Rabu siang.

7. Kawasan pantai berlumpur
Pantai Benteng Portugis berada di Desa Ujungwatu dan berbatasan dengan Desa Banyumanis Kecamatan Donorejo Kabupaten Jepara Jawa Tengah. Dari pantau di lapangan kondisi pantai banyak lumpur. Bahkan tidak jarang nelayan setempat membuat jembatan untuk akses menuju perahu nelayan.

"Kalau di Pantai Benteng Portugis itu seperti perairan timur Juwana sama, banyak lumpur. Dari keterangan carik Desa Ujungwatu para nelayan sudah menyiapkan jembatan sampai tengah laut untuk mengantisipasi jika terjadi hal tersebut, sehingga ketika laut surut nelayan tidak terjebak lumpur dan bisa langsung ke darat menggunakan jembatan bambu," Kepala BPBD Jepara, Kusmiyanto saat dihubungi detikcom.

Halaman

(mbr/mbr)