Klaster Kondangan Cirebon Sumbang 21 Kasus Corona di Temanggung

Eko Susanto - detikNews
Rabu, 30 Sep 2020 16:39 WIB
Bupati Temanggung M Al Khadziq saat meninjau BLK untuk karantina
Bupati Temanggung M Al Khadziq saat meninjau BLK untuk lokasi karantina. (Foto: dok. Satgas Gugus Tugas COVID-19 Temanggung)
Temanggung -

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Temanggung melaporkan kasus baru virus Corona (COVID-19) dari klaster kondangan. Dari klaster kondangan ini tercatat ada 21 warga yang terkonfirmasi positif Corona.

"Di Kabupaten Temanggung, akhir-akhir ini terdapat lonjakan kasus COVID-19, salah satunya dengan munculnya klaster baru, klaster kondangan," kata Bupati Temanggung M Al Khadziq kepada wartawan usai sidang paripurna APBD Perubahan, Rabu (30/9/2020).

Khadziq menjelaskan klaster kondangan ini bermula dari warga Kampung Coyudan, Parakan yang berangkat kondangan ke Cirebon. Sepulang dari kondangan itu salah satu rombongan kondangan itu sakit dan meninggal dunia.

"Jadi ada masyarakat dari Coyudan, Parakan yang kondangan ke Cirebon dan sepulang dari kondangan ini ada satu orang yang sakit, meninggal dunia. Dan setelah dilakukan swab ternyata yang bersangkutan positif sehingga dilakukan swab terhadap semua rombongan yang kondangan ini," terang Khadziq.

"Ditemukan ada 18 kasus yang positif dari Coyudan, kemudian ada tiga lagi dari Situk, total ada 21 yang positif," sambungnya.

Khadziq menyebut ke-18 kasus baru Corona dari klaster kondangan itu berasal dari perkampungan padat penduduk. Untuk mencegah penyebaran COVID-19 di kampung tersebut, warga sekitar meminta ke-18 orang itu diisolasi Pemkab Temanggung.

"Nah masalahnya, yang 18 orang warga Coyudan ini lokasi kampungnya sangat padat, kemudian jarak antar rumah sangat berdekatan, gang-gangnya sangat sempit sehingga kalau dilakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing ini punya potensi untuk tetap menyebar dan menularkan kepada tetangga-tetangganya yang belum terinfeksi virus," terangnya.

"Yang kedua, juga aspirasi dari masyarakat Coyudan sendiri, mereka sendiri merasa khawatir terjadi penularan lokal kalau para yang positif ini diisolasi mandiri di kampung. Mereka sendiri meminta agar dilakukan karantina oleh pemerintah kabupaten," sambungnya.

Pihaknya juga sudah menggelar rapat dengan Satgas COVID-19 Kabupaten Temanggung pada Selasa (29/9) kemarin. Keputusannya ke-18 warga yang terpapar Corona itu dijemput untuk dikarantina.

"Sekarang sedang kita lakukan penyiapan, sarana prasarananya dan pada siang ini akan kita lakukan penjemputan. Sejak tadi malam, Camat Parakan dan juga Lurah Kauman sudah melakukan sosialisasi kepada warga setempat baik warga yang akan dikarantina maupun warga setempat yang tidak dikarantina," terangnya.

"Semoga semuanya berjalan lancar dan setelah kita lakukan penjemputan, Desa Coyudan ini kemudian akan kita lakukan penyemprotan disinfektan ke rumah-rumah warga dan juga ke gang-gang yang ada di desa tersebut," ujarnya.

Dia berharap dengan karantina ke-18 warga yang terpapar Corona ini, bisa mencegah transmisi lokal. Dia pun berharap dengan penanganan tepat tak ada lagi kasus baru Corona di daerahnya.

"Dengan harapan, dengan dipisahkan mereka yang positif dari kampung yang sangat padat ini, harapan kita tidak terjadi penularan transmisi lokal. Masyarakat tetap dapat selamat dan kepada yang dikarantina semoga dengan dikarantina kondisinya terus membaik dan kemudian bisa segera menjadi negatif kembali," tuturnya.

(ams/sip)