Update Corona di Jateng 27 September: 21.347 Positif, 1.927 Meninggal

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 27 Sep 2020 12:59 WIB
Update Corona di Jateng, Minggu (27/9/2020) pukul 12.00 WIB.
Update kasus virus Corona di Jateng, Minggu (27/9/2020). Foto: (Tangkapan layar web corona.jatengprov.go.id)
Yogyakarta -

Pemprov Jawa Tengah memperbarui data kasus virus Corona atau COVID-19 di wilayahnya hari ini. Tercatat ada 21.347 kasus terkonfirmasi positif Corona di Jateng.

Dari data yang diunggah di website corona.jatengprov.go.id, Minggu (27/9/2020), pukul 12.00 WIB, dari angka tersebut 3.244 di antaranya masih dirawat, 16.176 sembuh, dan 1.927 meninggal dunia.

Bila dibandingkan dengan data kemarin, maka ada penambahan jumlah kasus terkonfirmasi positif Corona di Jateng sebanyak 169. Selain itu, jumlah pasien Corona yang dirawat bertambah 116, jumlah pasien Corona yang sembuh bertambah 46, dan jumlah pasien Corona yang meninggal dunia bertambah 7 orang.

Selain itu, Pemprov Jateng juga mengungkap ada 2.968 kasus Suspek Corona hingga hari ini. Bila dibandingkan kemarin, maka ada penambahan jumlah kasus suspek Corona di Jateng sebanyak 8 kasus.

Di situs tersebut Pemprov Jateng kini tak lagi mencantumkan data kasus probabel COVID-19.

Istilah 'suspek dan probable' tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/Menkes/413/2020 tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease 2019 (COVID-19). Tidak ada lagi istilah pasien dalam pengawasan (PDP), orang dalam pemantauan (ODP), ataupun orang tanpa gejala (OTG).

Update Corona di Jateng, Minggu (27/9/2020) pukul 12.00 WIB.Update Corona di Jateng, Minggu (27/9/2020) pukul 12.00 WIB. Foto: (Tangkapan layar web corona.jatengprov.go.id)

Berdasarkan Kepmenkes tersebut, berikut ini definisi kasus suspek:
a. Orang dengan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di negara/wilayah Indonesia yang melaporkan transmisi lokal.

b. Orang dengan salah satu gejala/tanda ISPA dan pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat kontak dengan kasus konfirmasi/probable COVID-19.

c. Orang dengan ISPA berat/pneumonia berat yang membutuhkan perawatan di rumah sakit DAN tidak ada penyebab lain berdasarkan gambaran klinis yang meyakinkan.

"Kita menyebutkan kasus suspek apabila ada kriteria sebagai berikut, salah satu di antaranya, pertama, orang dengan ISPA yang akut dan dalam 14 hari terakhir sebelum timbulnya gejala ini dia melaksanakan perjalanan atau tinggal di daerah di mana dilaporkan transmisi lokal terjadi," jelas juru bicara pemerintah terkait penanganan COVID-19, Achmad Yurianto, kala itu dalam jumpa pers yang disiarkan di YouTube BNPB, Rabu (15/7).

Selanjutnya, kasus Probable yakni kasus suspek dengan ISPA Berat/ARDS***/meninggal dengan gambaran klinis yang meyakinkan COVID-19 dan belum ada hasil pemeriksaan laboratorium RT-PCR.

Tonton juga 'Pentingnya Protokol VDJ untuk Mengurangi Risiko Penularan COVID-19':

[Gambas:Video 20detik]

(sip/sip)