Data Kekayaan Paslon 3 Pilkada 2020 di DIY, Siapa Paling Sugih?

Ristu Hanafi - detikNews
Minggu, 27 Sep 2020 08:24 WIB
Ilustrasi Fokus Nasib Pilkada Langsung (Andhika Akbaransyah)
Foto: Ilustrasi Pilkada 2020. (Andhika Akbaransyah)
Yogyakarta -

Pilkada serentak 2020 di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bakal digelar di tiga kabupaten, yakni Sleman, Bantul dan Gunungkidul. Para pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati telah melaporkan harta kekayaannya ke KPK, siapa paling sugih (kaya)?

Seperti dirangkum detikcom dari website elhkpn.kpk.go.id, Jumat (25/9/2020), berikut data harta kekayaan masing-masing paslon bupati-wakil bupati Sleman, Bantul dan Gunungkidul:

Pilkada Sleman
1. Paslon nomor urut 1, Danang Wicaksana Sulistya-Raden Agus Choliq (PKB, Gerindra, PPP)

- Danang Wicaksana Sulistya melaporkan harta kekayaan calon penyelenggara negara (calon bupati) ke KPK pada 2 September 2020. Total harta kekayaan senilai Rp 6,7 miliar.

Rinciannya tanah dan bangunan Rp 2,8 miliar, yang berada di dua lokasi di Kota Tangerang dari hasil sendiri. Kemudian alat transportasi dan mesin senilai Rp 1 miliar, rinciannya motor Kawasaki Binter tahun 1983 senilai Rp 10 juta, Honda Beat tahun 2014 Rp 8 juta, mobil Honda Jazz tahun 2011 Rp 100 juta, Toyota Fortuner VRZ tahun 2017 Rp 440 juta, Honda CR-V Prestige tahun 2019 Rp 520 juta.

Harta bergerak lainnya senilai Rp 342 juta, kas dan setara kas Rp 2,5 miliar. Danang melaporkan tidak memiliki utang.

- Raden Agus Choliq melaporkan harta kekayaan calon penyelenggara negara (calon wakil bupati) ke KPK pada 1 September 2020 senilai total Rp 5,9 miliar.

Rinciannya, tanah dan bangunan senilai Rp 4,3 miliar, tersebar di tiga lokasi di Sleman hasil sendiri dan satu lokasi di Sleman serta satu di Pati masing-masing warisan.

Alat transportasi dan mesin Rp 330 juta. Rinciannya motor Honda NC110D SCOOTER AT CW tahun 2006 Rp 5 juta, motor Honda A1F02N37S3 AT Plus tahun 2020 Rp 20 juta, Honda V1J02Q32L0 AT tahun 2018 Rp 25 juta, Honda D1B02N12L2 AT tahun 2019 Rp 10 juta.

Mobil Daihatsu Terios tahun 2008 Rp 70 juta, mobil Daihatsu Terios tahun 2018 Rp 200 juta. Seluruhnya hasil sendiri.

Harta bergerak lainnya Rp 1,5 miliar, kas dan setara kas Rp 129 juta. Agus melaporkan memiliki utang Rp 350 juta.

2. Paslon nomor urut 2, Sri Muslimatun-Amin Purnama (PKS, Golkar, NasDem)

- Sri Muslimatun terakhir melapor LHKPN pada 31 Desember 2019, jenis laporan periodik selaku Wakil Bupati Sleman. Total harta kekayaan yang dilaporkan senilai Rp 8,8 miliar.

Rinciannya, tanah dan bangunan Rp 3,4 miliar. Tersebar di delapan lokasi di Sleman hasil sendiri, dan tiga lokasi di Sleman berupa warisan.

Kemudian alat transportasi dan mesin Rp 537 juta. Rinciannya motor Viar tahun 2014 Rp 14,6 juta, Honda Vario tahun 2010 Rp 11,5 juta, Honda CBR tahun 2007 Rp 25,8 juta, mobil Toyota Yaris tahun 2010 Rp 151 juta, Suzuki APV tahun 2009 Rp 115 juta, Suzuki APV tahun 2004 Rp 100 juta, Suzuki Futura tahun 2002
Rp 50 juta, Suzuki APV tahun 2004 Rp 70 juta.

Harta bergerak lainnya Rp 45 juta, kas dan setara kas Rp 4,7 miliar. Sri Muslimatun melaporkan tidak memiliki utang.

- Amin Purnama melaporkan harta kekayaan sebagai calon penyelenggara negara (calon wakil bupati) pada 1 September 2020. Total harta kekayaannya Rp 11 miliar.

Tanah dan bangunan senilai Rp 10 miliar, tersebar di Bantul tiga lokasi berupa warisan, lima lokasi di Bantul hasil sendiri, satu di Sleman hasil sendiri.

Kemudian alat transportasi dan mesin Rp 97,5 juta. Rinciannya motor Honda tahun 2006 Rp 5 juta, mobil sedan KIA tahun 2003 Rp 42,5 juta, Chevrolet Trooper tahun 1995 Rp 50 juta.

Kas dan setara kas Rp 257 juta. Amin melaporkan tidak memiliki utang.


3. Paslon nomor urut 3, Kustini Sri Purnomo-Danang Maharsa (PDIP, PAN)

- Kustini Sri Purnomo melaporkan harta kekayaan sebagai calon penyelenggara negara (calon bupati) pada 25 Agustus 2020. Total harta kekayaannya Rp 12,9 miliar.

Rinciannya, tanah dan bangunan senilai Rp 8,3 miliar. Tersebar di 13 lokasi di Sleman dari hasil sendiri.

Kemudian alat transportasi dan mesin Rp 214,5 juta, rinciannya mobil Toyota Fortuner 2,76 A/T LUX tahun 2007 Rp 175 juta, motor Honda tahun 2009 Rp 6,5 juta,
motor Mak Vipros tahun 2011 Rp 3 juta, mobil Suzuki Pick Up tahun 2002 Rp 30 juta.

Harta bergerak lainnya Rp 1,07 miliar, surat berharga Rp 1,5 miliar, kas dan setara kas Rp 1,6 miliar. Harta lainnya Rp 125 juta. Kustini melaporkan tidak memiliki utang.


- Danang Maharsa melaporkan LHKPN ke KPK pada 31 Desember 2019 selaku anggota DPRD Sleman. Senilai total Rp 984 juta.

Rinciannya, tanah dan bangunan Rp 850 juta, tersebar di dua lokasi di Sleman dari hasil sendiri.

Kemudian alat transportasi dan mesin Rp 260 juta, rinciannya motor Honda Vario tahun 2012 Rp 7 juta hasil sendiri, mobil Daihatsu Xenia tahun 2008 Rp 78 juta dari warisan. Mobil Toyota Zienta tahun 2017 Rp 175 juta hasil sendiri.

Harta bergerak lainnya Rp 127 juta, kas dan setara kas Rp 177,9 juta. Dan utang Rp 430,5 juta.

Tonton juga 'Corona Meluas, Pilkada Tetap Digas':

[Gambas:Video 20detik]

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4