Round-Up

Kenangan Liburan Terakhir dan Duka Keluarga Rinaldi Korban Mutilasi

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 26 Sep 2020 11:17 WIB
Rinaldi Harley Wismanu dimakamkan di Nologaten, Sleman, Senin (21/9/2020). Rinaldi tewas dibunuh dan mutilasi di sebuah apartemen di Jakarta Pusat.
Pemakamanan Korban Mutilasi di Kalibata City, Senin (21/9/2020) Foto: Jauh Hari Wawan S
Yogyakarta -

Kematian Rinaldi Harley Wismanu (32) yang jadi korban mutilasi sejoli sadis di Apartemen Kalibata City meninggalkan duka mendalam bagi keluarganya. Liburan ke Bromo, Jawa Timur menjadi kenangan terakhir keluarga dengan Rinaldi.

"Terakhir itu ke Bromo bersama keluarganya. Kalau tidak salah antara Januari atau Februari. Pokoknya sebelum COVID-19," ujar salah seorang kerabat Rinaldi, Hendro, saat ditemui wartawan di rumah duka, Kampung Nologaten, Caturtunggal, Depok, Sleman, Kamis (17/9/2020).

Hendro bercerita Rinaldi merupakan tulang punggung keluarganya. Selama pandemi Corona, Rinaldi memang belum pernah pulang lagi ke rumahnya di Sleman.

"Dia anak pertama dari empat bersaudara dan jadi tulang punggung keluarga. Orang tuanya tidak kerja," terang Hendro.

Namun, meski terpisah jarak Rinaldi dan keluarganya di Sleman intens berkomunikasi. Sehingga saat Rinaldi tak bisa dihubungi, keluarga merasa khawatir dan sempat melaporkan kehilangan Rinaldi ke Polda Metro Jaya.

Sang ayah juga sempat menyusul ke Jakarta pada Selasa (15/9). Nahas, keluarga justru mendapatkan kabar Rinaldi tewas dalam kondisi termutilasi. Jasad korban ditemukan pada Rabu (16/9) sekitar pukul 19.00 WIB, di salah satu unit di lantai 16 Tower Ebony Apartemen Kalibata City.

Jenazah Rinaldi pun akhirnya dibaringkan di TPU Nologaten, Sleman sekitar 50 meter dari rumahnya. Pemakaman itu dilakukan pada Senin (21/9) pagi, dan dihadiri ratusan orang termasuk Bupati Sleman Sri Purnomo yang datang melayat.

Selama pemakaman berlangsung, tangis keluarga pecah. Ibu kandung Rinaldi, Sulistyani juga tak mampu menyembunyikan rasa sedihnya. Dia bahkan harus dipapah saat berjalan dan tampak berulang kali membuka kacamatanya untuk menyeka air mata yang jatuh menetes mengiringi pemakaman putranya itu.

Di mata keluarganya, Rinaldi merupakan sosok tulang punggung yang diandalkan. Rinaldi yang merupakan lulusan Fakultas Ilmu Budaya UGM angkatan 2006 itu diketahui sempat berkuliah di Jepang.

"Setelah lulus (UGM) langsung lanjut kuliah S2 di Jepang. Lalu kerja di Jakarta, kontraktor," ujar Hendro.

Selanjutnya
Halaman
1 2