Geber-geber Motor Dekat KPU, Massa Pendukung Paslon Pilbup Pekalongan Dihalau

Robby Bernardi - detikNews
Kamis, 24 Sep 2020 15:10 WIB
Massa pendukung paslon Pilkada Kabupaten Pekalongan geber-geber motor di dekat KPU, dihalau polisi, Kamis (24/9/2020).
Massa pendukung paslon Pilkada Kabupaten Pekalongan datangi kantor KPU, Kamis (24/9/2020). (Foto: Robby Bernardi/detikcom)
Kabupaten Pekalongan -

Menjelang acara pengundian nomor urut pasangan calon peserta Pilkada Kabupaten Pekalongan, massa berdatangan ke sekitar kantor KPU. Mereka menggeber-geber gas motornya hingga akhirnya dihalau polisi.

Para massa pendukung pasangan calon ini berkumpul di pertigaan Jalan Mondurorejo, Kabupaten Pekalongan, Kamis (24/9/2020). Kapolres Pekalongan AKBP Aris Tri Yunarko tampak menghalau massa.

"Bubar-bubar ya, ga ada suara ini (motor), bubar jangan berkerumun," seru Aris.

Aris menyampaikan kepada massa pendukung itu bahwa sesuai PKPU No 13 Tahun 2020, yang bisa masuk ke kantor KPU untuk mengikuti acara undian nomor urut hanya pasangan calon dan seorang penghubung pasangan calon.

"Apalagi ini sedang pandemi. Jadi sebisa mungkin massa tidak berkerumun. Jangan sampai ada klaster Pilkada," kata Aris.

Massa pendukung paslon Pilkada Kabupaten Pekalongan geber-geber motor di dekat KPU, dihalau polisi, Kamis (24/9/2020).Massa pendukung paslon Pilkada Kabupaten Pekalongan geber-geber motor di dekat KPU, dihalau polisi, Kamis (24/9/2020). (Foto: Robby Bernardi/detikcom)

Setelahnya massa tampak berangsur membubarkan diri dan meninggalkan kantor KPU. Hingga pukul 14.20 WIB, pengundian nomor urut pasangan calon Pilkada Pekalongan belum dimulai. Masing-masing pasangan calon belum nampak tiba di kantor KPU Kabupaten Pekalongan.

Untuk diketahui di Pilkada Kabupaten Pekalongan bakal diikuti dua pasangan calon. Mereka adalah Fadia Arafiq-Riswadi dan Asip Kholbihi-Sumarwati.

Fadia merupakan Ketua DPD Golkar Pekalongan berpasangan dengan Riswadi yang merupakan Ketua DPC PDIP Pekalongan. Sementara Asip merupakan bupati petahana yang menggandeng Sumarwati mantan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pekalongan yang telah mengajukan pensiun dini pada awal September ini.

(sip/rih)