Jumlah Kasus Baru Corona Turun, Boyolali yang Sempat Zona Merah Kini Oranye

Ragil Ajiyanto - detikNews
Selasa, 22 Sep 2020 14:51 WIB
Kepala Dinkes Boyolali, Ratri S Survivalina, Selasa (22/9/2020).
Foto: Kepala Dinkes Boyolali, Ratri S Survivalina, Selasa (22/9/2020). (Ragil Ajiyanto/detikcom)
Boyolali -

Penambahan kasus positif virus Corona atau COVID-19 di Boyolali, Jawa Tengah dalam sepekan terakhir mengalami penurunan. Status risiko wilayah Boyolali kini disebut turun dari zona merah menjadi zona oranye atau risiko sedang.

"Perlu kami kabarkan, alhamdulillah pada minggu ini pertambahan kasus di Boyolali ini sudah menurun cukup tajam. Sehingga berdasarkan hasil indikator-indikator yang digunakan untuk penilaian skoring COVID-19, atau status risiko wilayah itu Boyolali sekarang skornya 2,10. Di mana dengan nilai 2,10 ini Boyolali sekarang termasuk kabupaten dengan zona risiko sedang atau zona oranye," ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Boyolali, Ratri S Survivalina, ditemui di kantornya Jalan Pandanaran, Selasa (22/9/2020).

Ratri menjelaskan, untuk penambahan kasus konfirmasi positif COVID-19 dari tanggal 15 hingga 22 September 2020 hari ini, cukup bervariasi. Pada tanggal 15 September ada tambahan 15 kasus, 16 September 4 kasus, 17 September 7 kasus, 18 September 3 kasus. Kemudian tanggal 19 ada tambahan 8 kasus, tanggal 20 September bertambah 7 kasus dan tanggal 21 September kemarin juga bertambah 7 kasus.

"Kemudian pada hari ini 22 September bertambahnya hanya 3 kasus. Sehingga total pertambahan kasus dari tanggal 15 sampai 22 September sejumlah 54 kasus yang tersebar di 16 kecamatan dari 22 kecamatan di Boyolali," jelas Lina, sapaan akrabnya.

Sedangkan data yang dilihat dari website Dinkes Boyolali, tampak penambahan kasus baru positif Corona di Boyolali sebelumnya mencapai puluhan kasus per hari, Misalnya 62 kasus baru pada 3 September, 68 kasus pada 4 September 68, 2 kasus pada 5 September, dan 23 kasus pada 7 September.

Dengan tambahan tersebut, jumlah warga Boyolali yang positif terinfeksi virus Corona hingga saat ini sebanyak 753 orang. Dari jumlah tersebut yang masih dirawat sebanyak 94 orang, melaksanakan isolasi mandiri 41 orang, selesai isolasi sejumlah 590 orang dan 28 orang meninggal dunia.

"Sehingga dengan data-data tersebut itu angka kesembuhan di Kabupaten Boyolali ini persentasenya sebesar 78 persen. Kemudian untuk persentase kematiannya itu sebesar 4 persen," urai Lina.

Kabupaten Boyolali yang sebelumnya masuk risiko tinggi atau zona merah, kini turun masuk zona risiko sedang atau zona oranye.

"Sehingga ada beberapa kegiatan yang sudah mulai dilaksanakan oleh masyarakat, namun kami berpesan meskipun sudah diperbolehkan tetap menjaga atau melaksanakan protokol kesehatan," harap dia.

Lebih lanjut Lina mengatakan, sampai saat ini pemeriksaan swab terhadap masyarakat juga terus dilakukan secara masif. Khususnya kepada kontak erat pasien positif COVID-19.

Simak video '2 Hal Penting untuk Bantu Tenaga Medis Tidak Terserang Corona':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2