Ada Viral Ajakan Sebar Corona di Semarang, Wali Kota Angkat Bicara

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Sabtu, 19 Sep 2020 22:49 WIB
Klarifikasi chatting ajakan menyebarkan corona di Semarang
(Foto: tangkapan layar akun medsos)
Semarang -

Viralnya kabar soal chating ajakan menyebar virus Corona atau COVID-19 di Kota Semarang menjadi perhatian. Pihak Pemkot Semarang pun memberikan penjelasan soal itu.

"Saya mendengar kabarnya tadi siang, dan langsung menghubungi Kepala Dinas saya untuk segera ditindak lanjuti. Alhamdulilah setelah melakukan koordinasi dengan pemangku wilayah setempat, yang bersangkutan saat ini sudah bersedia dibawa ke Rumah Isolasi Rumdin pukul 17.00 tadi sampai," kata Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi dalam siaran pers, Sabtu (19/9/2020).

Hendrar, sapaan akrab disapa Hendi, mendapatkan informasi bahwa percakapan yang viral tersebut hanya salah paham. Namun ia mengapresiasi tim yang bergerak cepat menanggapi kabar itu.

"Dalam kondisi seperti ini, langkah-langkah yang kita ambil harus lebih cepat dari pemberitaan itu sendiri. Saya mengapresiasi kerja dari tim yang tadi sore telah bekerja cepat melakukan mediasi kepada pasien yang bersangkutan. Ini hanya salah faham antara tetangga yang kemudian tersebar komunikasinya melalui WA," tegasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Abdul Hakam mengatakan Dari dua orang yang ada dalam percakapan yang beredar, yaitu perempuan berinisial L, saat ini sudah melakukan isolasi ke rumah dinas wali kota bersama kedua anaknya, mereka semua dalam kondisi positif COVID-19.

"Sudah, sekitar pukul 17.00 WIB tadi dengan dibawa ambulan siaga menuju Rumdin. Bu L dan ke dua anaknya saat ini sudah selesai melakukan pemeriksaan dan administrasi kemudian sudah menempati tempat isolasi," jelas Hakam.

Ia kemudian menjelaskan soal percakapan L dan perempuan lain berinisial F. Keduanya positif COVID-19, kemudian F mengatakan bahwa tetangga L masih berpergian padahal positif COVID-19, sehingga F merasa bisa bebas keluar rumah juga.

"Seperti yang sudah terekspose di sosial media, ada dua nama yakni bu L dan bu F yang confirm COVID-19 melakukan komunikasi melalui WA. Dalam percakapan tersebut bu F menerangkan bahwa tetangganya bu L confirm COVID-19 namun masih bepergian. Karena hal tersebut bu F jadi merasa jika dirinya juga bisa bepergian dan tidak isolasi mandiri. Kemudian hasil percakapan melalui WA tersebut tersebar," jelas Hakam.

"Sebenarnya beberapa waktu lalu kami melalui Puskesmas Karanganyar sudah melakukan penanganan kepada keluarga bu F dan Bu L. Bu L sendiri sebenarnya melakukan isolasi mandiri di rumah karena takut di Rumdin. Dan dari Pihak Puskesmas Karangnyar mengijinkan dengan pamantauan ketat," imbuhnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2