Seperti di Solo, PKS Juga Abstain di Pilbup Boyolali

Ragil Ajiyanto - detikNews
Jumat, 18 Sep 2020 18:03 WIB
PKS Boyolali menyatakan abstain dari Pilkada Boyolali 2020, Jumat (18/9/2020).
Foto: PKS Boyolali menyatakan abstain dari Pilkada Boyolali 2020, Jumat (18/9/2020). (Ragil Ajiyanto/detikcom)
Boyolali -

PKS gagal membangun koalisi untuk melawan bakal calon pasangan M Said Hidayat-Wahyu Irawan yang diusung koalisi gemuk di Pilbup Boyolali. Untuk itu, PKS Boyolali menyatakan abstain dalam Pilkada Boyolali 2020.

"Mengenai sikap politik PKS pada saat pemilihan atau pemungutan suara 9 Desember 2020 nanti, kami akan tetap menjaga suasana demokrasi di Boyolali dengan konsisten menjadi oposisi," ujar Ketua Umum DPD PKS Boyolali, Nur Achmad, dalam konferensi pers di Boyolali, Jumat (18/9/2020).

Seperti diketahui, PKS juga menyatakan abstain di Pilkada Solo. Nur Achmad menyampaikan, ada lima sikap politik PKS dalam Pilkada Boyolali 2020. Sikap politik tersebut juga memperhatikan aspirasi dari konstituennya, karena dari hasil survei internal ada 54,8 persen yang menginginkan adanya calon lain.

Dalam pernyataan sikap politiknya di Pilkada Boyolali 2020, jelas Nur Achmad, pertama pihaknya menyampaikan terima kasih atas dukungan dan kebersamaan masyarakat, konstituen, simpatisan serta kader PKS Boyolali. Dia mengatakan dengan dukungan berbagai elemen yang telah mendorong PKS untuk menghadirkan alternatif calon Bupati Boyolali, membuktikan PKS tidak sendiri dan selalu bersama suara masyarakat.

Pihaknya juga mohon maaf kepada semua elemen masyarakat pendukung PKS dan semua calon bupati dan telah berkomunikasi melalui PKS. Karena sampai detik akhir masa pendaftaran calon bupati Boyolali, PKS Boyolali tidak bisa mengusung calon alternatif.

"Setelah berikhtiar maksimal menghadirkan calon alternatif, namun terkendala jumlah kursi PKS yang hanya 3 kursi dan belum berhasil membangun koalisi minimal 9 kursi di DPRD Kabupaten Boyolali. Oleh karena itu, PKS Kabupaten Boyolali abstain dalam pendaftaran calon bupati dan wakil bupati Boyolali," katanya.

Dia menilai fenomena demokrasi di Boyolali yang 'tertekan' dan itu menjadi pelajaran besar. Achmad mengatakan PKS mohon doa dan dukungan masyarakat pada Pemilu berikutnya bisa meraih suara ambang batas pencalonan bupati. Sehingga, lanjutnya, dalam pilkada yang akan datang bisa memperjuangkan aspirasi masyarakat untuk mengusung calon bupati alternatif.

"Karena di Boyolali hanya ada calon tunggal melawan kotak kosong, maka PKS Boyolali berpesan betul kepada panitia penyelenggara da Bawaslu agar menjaga dan mengawal pelaksanaan Pilkada Boyolali tetap terlaksana dengan baik, jujur, adil, tanpa intimidasi dan manipulasi hasil Pilkada," pungkasnya.

Diwawancara terpisah, KPU Boyolali, hari ini mengumumkan hasil tes kesehatan dan verifikasi pasangan bakal calon bupati-wakil bupati, M. Said Hidayat-Wahyu Irawan.

Selanjutnya
Halaman
1 2