Kasus Corona Naik, Ganjar: Jateng Belum Akan Terapkan PSBB

Uje Hartono - detikNews
Kamis, 10 Sep 2020 21:47 WIB
Ganjar Pranowo saat melihat simulasi sekolah tatap muka di SMKN 2 Wonosobo, Kamis (10/9/2020).
Ganjar Pranowo saat melihat simulasi sekolah tatap muka di SMKN 2 Wonosobo, Kamis (10/9/2020). (Foto: Uje Hartono/detikcom)
Wonosobo -

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo belum akan mengambil status khusus perihal penyebaran virus Corona atau COVID-19 di wilayahnya. Jateng belum akan menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

"Kami belum mengambil langkah ekstrem. Tetapi kalau ada peningkatan jumlah kasus karena ketidakdisiplinan, maka kami akan mengambil tindakan lebih dari itu," kata Ganjar saat melihat simulasi sekolah tatap muka di SMKN 2 Wonosobo, Kamis (10/9/2020).

Meski demikian Ganjar memastikan belum akan melakukan pembatasan sosial berskala besar (PSPB) di Jawa Tengah. Meski saat ini, Pemprov DKI Jakarta kembali menerapkan PSPB seperti saat awal ada virus Corona di Indonesia.

"Kalau untuk PSPB di Jawa Tengah seperti yang di DKI Jakarta belum ada," lanjutnya.

Ganjar mengatakan, di Jawa Tengah saat ini hanya Kota Semarang yang masih berstatus zona merah. Namun demikian, masyarakat diminta untuk tidak abai dan tetap menerapkan protokol kesehatan.

"Yang saat ini masih merah adalah Kota Semarang. Kalau daerah lain masih bisa dikendalikan. Tetapi tetap jangan kemudian abai," ujarnya.

Saat ini, kabupaten/kota di Jawa Tengah didorong untuk mendeteksi jumlah kasus COVID-19 dengan cara mengoptimalkan tes. Setiap kabupaten/kota diminta untuk melakukan tes sesuai target yang ada.

"Karena kalau tidak dites pasti hijau. Karena tidak ada datanya. Makanya kabupaten/kota itu ada target tes yang harus dipenuhi," jelasnya.

(rih/mbr)