Jakarta PSBB Lagi, Sultan Khawatir Lonjakan Pemudik Masuk Yogya

Pradito Rida Pertana - detikNews
Kamis, 10 Sep 2020 15:49 WIB
Para menteri dan sejumlah kepala daerah menghadiri Aksi Nasional Pencegahan Korupsi (ANPK) di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (26/8/2020). Tampak hadir seperti Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Menteri Agraria Sofyan Djalil, Menteri PAN-RB Tjahjo Kumolo, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Gubernur DIY Sultan HB X dan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah. Presiden dan Wapres menghadiri acara ini secara daring. Salah satu acara ANPK tersebut yakni paparan capaian aksi dalam program Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK).
Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono (HB) X, di Jakarta, Rabu (26/8/2020). (Foto: Ari Saputra)
Yogyakarta -

DKI Jakarta kembali memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) mulai Senin (14/9). Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X mengaku akan mengantisipasi lonjakan pendatang masuk DIY sebelum PSBB Jakarta diterapkan.

"Yang mestinya kita mewaspadai 14 September Jakarta melakukan PSBB seperti dulu," kata Sultan saat ditemui wartawan di Kantor DPRD DIY, Kota Yogyakarta, Kamis (10/9/2020).

"Kita khawatir sebelum tanggal 14 mungkin orang Yogya yang ada di Jakarta kembali seperti kemarin. Kan itu yang harus kita waspadai," lanjutnya.

Karena itu, Pemda DIY akan melakukan antisipasi terkait meningkatnya pendatang yang masuk ke DIY. Sultan mengaku hal tersebut saat ini sedang dibahas.

"Makanya kami minta Wagub untuk rapat satgas (penanganan COVID-19), bagaimana mengantisipasi, bagaimana mungkin, semoga saja nggak (banyak yang masuk DIY). Tapi kan DKI PSBB, berarti saya khawatir di-closed (Jakarta), ya kan, karena itu orang pada keluar (sebelum Jakarta PSBB)," ucapnya.

Selain itu, Sultan juga meminta semua lurah untuk proaktif mendata setiap pendatang yang masuk. Semua itu untuk memudahkan tracing kontak.

"Nah makanya itu saya berharap bagaimana lurah-lurah bisa mewaspadai seperti mereka melakukan yang kemarin itu (pendataan terhadap pendatang). Jadi masuk ke desa datanya masuk dan kalau ada yang sakit tracing-nya mudah," katanya.

Tonton juga 'Langgar Protokol Corona di Yogya Dihukum Nyanyi-Push Up':

[Gambas:Video 20detik]

Selanjutnya
Halaman
1 2