Rencana Pemkab Sragen Gelar Pengajian Pilkada Bareng Habib Syech Dikritik

Andika Tarmy - detikNews
Kamis, 10 Sep 2020 17:19 WIB
Pengajian Pilkada bareng Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf di Sragen
Pengajian Pilkada bareng Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf di Sragen (Foto: dok. Istimewa)
Sragen -

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen berencana menggelar pengajian bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf untuk doa bersama jelang Pilkada 2020. Namun, kegiatan pengajian ini menuai kritik karena dikhawatirkan mengundang kerumunan warga di masa pandemi virus Corona atau COVID-19.

Salah satu kritik dilontarkan akun Facebook Dodok Sartono. Mantan Komisioner KPU Sragen itu mengunggah foto undangan acara doa bersama itu di akunnya seraya memantik tanggapan netizen. Pantauan pukul 14.47 WIB, unggahan itu disukai 107 netizen dan 107 komentar.

"Katanya corona meledak di Sragen, kok malah ngumpulke (mengumpulkan) massa gini pripun (bagaimana) lurr menurut sampean???" tulis Dodok Sartono di akun Facebooknya seperti dikutip detikcom, Kamis (10/9/2020).

Unggahan itu menuai beragam reaksi dari netizen. Ada yang setuju, namun ada pula yang tidak setuju,

"Yang terpenting selalu menerapkan protokol kesehatan tadz,,, Kalih mau tanya tadz, itu undangan e buat berapa orang njih,???, Asli tanya ini.," tulis akun Mas Al Kloter II.

"Jangan sembrono lah. Sragen dan Boyolali lebih rawan dari di tempat kami. Karanganyar yg katanya lebih aman pun toh endingnya salah satu dari saudara kami ikut menjadi korban juga. Puluhan dari saudara2 kami harus karantina mandiri sampai hari ini.," balas akun Ridho Nur Arifin.

Pengajian Pilkada bareng Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf di SragenPengajian Pilkada bareng Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf di Sragen tuai kritik (Foto: dok. istimewa)

Terpisah, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Sragen Yuniarti membenarkan adanya pengajian bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf pada Jumat (11/9) besok. Acara itu bakal digelar di Gedung Sasana Manggala Sukowati (SMS) dengan menerapkan protokol kesehatan COVID-19.

"Hanya undangan yang diperbolehkan hadir. Jaga jarak juga diterapkan, dari kapasitas gedung SMS 3.000 orang, undangan yang disebar hanya 500," ujar Yuniarti saat dimintai konfirmasi siang ini.

Selanjutnya
Halaman
1 2