Buron 10 Tahun, Terpidana Korupsi Rp 41 M Ditangkap di Angkringan

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Kamis, 10 Sep 2020 16:31 WIB
Terpidana korupsi Rp 41 M yang sempat buron 10 tahun, di Kejati Jateng, Semarang, Kamis (10/9/2020).
Terpidana korupsi Rp 41 M yang sempat buron 10 tahun, di Kejati Jateng, Semarang, Kamis (10/9/2020). (Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom)
Semarang -

Terpidana kasus korupsi Rp 41 miliar di Sulawesi Barat, Rusmadi Chandra, diamankan ketika sedang berada di angkringan di Magelang, Jawa Tengah. Sebelum ditangkap, Rusmadi berstatus buron selama 10 tahun.

Asisten Bidang Intelejen (Asintel) Kejati Jateng Emilwan Ridwan mengatakan Rusmadi diamankan hari Rabu (9/9) pukul 23.10 WIB di sebuah angkringan di Magelang. Penangkapan dilakukan Tim Intelijen Kejaksaan Agung RI, Intelijen Kejati Jawa Tengah bersama Tim Eksekutor dan Tim Intelijen Kejaksaan Tinggi Sulawesi Barat.

"Semalam dilakukan penangkapan. Sampai sini (kantor Kejati Jateng) sekitar jam 08.00 WIB. Kerja sama dengan Dinas Kesehatan kita lakukan rapid test dan hasilnya non-reaktif," kata Emilwan di kantor Kejati Jateng, Semarang, Kamis (10/9/2020).

Di tempat yang sama, Asintel Kejati Sulbar, Irvan Samosir menjelaskan Rusmadi dalam pelariannya ternyata menjadi kontraktor dan sempat berada di Yogyakarta.

"Jadi ini sudah 10 tahun (buron) sejak tahanan kota. Terpidana saat ditangkap tidak melakukan perlawanan, dia informasinya menjadi kontraktor. Sempat di Yogyakarta, hingga akhirnya diamankan di Kota Magelang," kata Irvan.

Ia menjelaskan Rusmadi melakukan korupsi dengan modus membuat Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) fiktif untuk pengajuan modal kerja jasa konstruksi pada BPD Sulselbar.

"Terpidana Rusmadi Chandra selaku Kasubbag TU Dinas PU dan Perhubungan Kabupaten Mamuju merugikan negara sebesar Rp 41 miliar dengan cara membuat SPMK fiktif," katanya.

Berdasarkan putusan MA Nomor 173K/Pid.sus/2009/ tanggal 10 Juni 2010, bahwa Rusmadi divonis bersalah melakukan korupsi dan dihukum pidana penjara 10 tahun dan denda Rp 300 juta setara enam bulan kurungan. Selain itu, hakim agung MA juga menjatuhkan pidana tambahan berupa uang pengganti sebesar Rp 22 miliar setara tiga tahun. Terpidana sempat jadi tahanan kota sebelum kabur.

"Dia orang Makassar tapi isterinya Magelang, sebelumnya dia divonis 10 tahun di pengadilan tingkat pertama. Kemudian, mengajukan banding tapi putusannya tetap sama," jelasnya.

Rencananya buronan tersebut akan langsung diterbangkan ke Rutan Mamuju Sulawesi Barat sore ini.

(rih/sip)