Puluhan Orang Jadi Korban Pembobolan ATM di Pekalongan

Robby Bernardi - detikNews
Kamis, 10 Sep 2020 14:45 WIB
Kapolres Pekalongan AKBP Aris Tri Yunarko, Kamis (10/9/2020).
Kapolres Pekalongan AKBP Aris Tri Yunarko, Kamis (10/9/2020). (Foto: Robby Bernardi/detikcom)
Pekalongan -

Puluhan orang dilaporkan menjadi korban pembobolan ATM bermodus skimming di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Para korban skimming ATM itu merupakan nasabah sebuah bank BUMN.

Saat dimintai konfirmasi, Kapolres Pekalongan AKBP Aris Tri Yunarko, membenarkan adanya laporan pembobolan ATM bermodus skimming tersebut. Pihaknya hingga saat ini telah menerima laporan dari puluhan warga yang mengaku sebagai korban.

"Terkait tersebut, kita masih dalam penyelidikan, ada beberapa korban yang juga kita mintai keterangan. Dan pihak bank dan ahli IT bank tersebut juga suda dimintai keterangan," kata Aris Tri Yunarko saat ditemui detikcom di sela acara pembagian masker di Pekalongan, Kamis (10/9/2020).

"Yang melapor sudah sekitar 20-an ya. Ya ada (korban) dari anggota juga. Lokasinya, belum masih dalam penyelidikan," sambungnya.

Menurutnya, saat ini polisi bekerja sama dengan tim IT dari pihak bank yang bersangkutan untuk mengungkap di mana saja lokasi ATM yang dipasang alat skimming.

Sementara itu, salah seorang korban adalah Casmona (44) warga Desa Nyamuk, Kecamatan Kajen, Pekalongan. Dia mengaku baru mengetahui menjadi korban skimming setelah mendapat pesan notifikasi dari bank pada Senin (7/9) sekitar pukul 17.34 WIB

"Ada pemberitahuan penarikan tunai sebesar Rp 2,5 juta. Saya kaget," kata Casmona, saat ditemui detikcom di rumahnya.

Casmona curiga dan langsung mengecek apakah kartu ATM dan buku tabungannya hilang atau tidak.

"Saya cek kartu ATM dan buku tabungan masih ada di tas. Karena penasaran, saya cek saldo dan ternyata saldo memang berkurang Rp 2,5 juta," ungkapnya.

Casmona pun baru mengetahui menjadi korban pembobolan bermodus skimming, setelah menceritakan kejadian tersebut ke salah seorang tenaga yang bekerja di bank.

"Saya waktu itu bingung kan, (terus) saya tanya teman saya yang kerja di (menyebut salah satu bank). Terus teman saya mengatakan itu kejahatan skimming, terus saya searching di internet, ternyata skimming itu kejahatan mengenai duplikasi kartu ATM, melalui mesin ATM yang dipasangin alat," jelas Casmona.

Kemudian Selasa (8/9) pagi, dirinya langsung melaporkan kejadian tersebut ke pihak bank. Saat itu, dia mendapat informasi bahwa ada puluhan nasabah lain yang juga melaporkan hal yang sama.

"Mereka sama-sama kehilangan uang ada yang Rp 10 juta ada yang Rp 6 juta," kata Casmona.

Tonton juga 'Tips Aman dan Simpel Hindari Skimming':

[Gambas:Video 20detik]

Selanjutnya
Halaman
1 2