16 Paslon Kepala Daerah di Pantura Jateng Cek Kesehatan Hari ini

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Selasa, 08 Sep 2020 14:15 WIB
Humas RSUP dr. Kariadi Semarang, Parna
Foto: Humas RSUP dr Kariadi, Semarang, Parna. (Angling Adhitya Purbaya/detikcom)
Semarang -

Sebanyak 17 pasang bakal calon kepala daerah di wilayah Pantura, Jawa Tengah dijadwalkan mengikuti tes kesehatan di RSUP dr Kariadi, Semarang hari ini. Namun, ada satu yang belum menjalani tes kesehatan yakni pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi-Hevearita Gunaryanti Rahayu (Hendi-Ita).

Humas RSUP dr Kariadi, Parna mengatakan ke-16 bakal paslon tersebut datang sekitar pukul 07.00 WIB tadi. Tes kesehatan itu diawali dengan tes dari Himpunan Psikologi Indonesia, kemudian dilanjutkan berbagai tes hingga pukul 19.00 WIB.

"Datang semua (7 daerah) tapi dari Kota Semarang belum, (tes) akan diselesaikan hari ini. Insyaallah pukul 19.00 WIB selesai," kata Parna di RSUP dr Kariadi, Semarang, Selasa (8/9/2020).

Parna mengatakan ke-16 pasang paslon itu berasal dari tujuh daerah di Pantura yakni Kota Pekalongan, Kabupaten Semarang, Pekalongan, Pemalang, Demak, Rembang, dan Kendal. Parna menyebut tes kesehatan hingga siang ini berlangsung lancar.

"Hasilnya ini kita plenokan tanggal 11 (September) dan serahkan ke KPU," ujarnya.

Dia mengatakan alasan paslon petahana Kota Semarang belum mengikuti tes kesehatan karena ada perpanjangan masa pendaftaran Pilwalkot Semarang hingga 11-13 September 2020. Jika memang hanya ada satu paslon yang maju, maka pihaknya menunggu surat dari KPU terkait calon tunggal.

"Setelah SK (calon tunggal) muncul berarti tanggal 14 melakukan cek kesehatan," jelas Parna.

Untuk diketahui, pada Pilwalkot Semarang 2020 ini baru ada pasangan petahana Hendi dan Ita yang mendaftarkan diri maju Pilkada. Kedua pasangan petahana ini didukung koalisi gemuk yakni PDIP, Gerindra, Demokrat, NasDem, Golkar, PKB, PSI, dan PKS yang memiliki kursi di DPRD Kota Semarang. Kemudian ada juga partai pendukung nonparlemen yaitu PPP, PKPI, Berkarya, PBB, dan Hanura.


(ams/rih)