315 Kendaraan Kena Tilang Elektronik di Yogya

Jauh Hari Wawan S - detikNews
Selasa, 08 Sep 2020 11:15 WIB
Ilustrasi fokus (bukan buat insert) e-Tilang Diuji Oktober 2018 (Edi Wahyono/detikcom)
Ilustrasi (Edi Wahyono/detikcom)
Yogyakarta -

Sejak sosliasisasi pada pertengahan Agustus lalu, sebanyak 315 kendaraan terekam Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) atau tilang elektronik di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) karena melanggar aturan lalu lintas. Namun, baru sepertiga pelanggar saja yang merespons.

"Ada sebagian belum merespons dengan mengunjungi website Ditlantas Polda DIY untuk mengkonfirmasi pelanggaran. Yang merespon belum banyak, ya mungkin program elektronik belum semua masyarakat melek teknologi. Hanya sepertiga yang merespons," kata Dirlantas Polda DIY, AKBP Iwan Saktiadi saat dihubungi wartawan, Selasa (8/9/2020).

Iwan menyebut hal ini wajar kendati belum banyak pelanggar yang merespons. Apalagi, penerapan ETLE di DIY masih sebatas sosialisasi dan masih perlu dilakukan sosialisasi lebih lanjut ke masyarakat.

"Sosialisasi terus kami lakukan. Ini (ETLE) juga program baru. Masyarakat mengerti atau tidak kan berdasarkan upaya sosialisasi kita," paparnya.

Ke depan, pihaknya akan melakukan evaluasi. Terutama untuk menfari format tepat untuk pola penindakan.

"Apakah polanya akan kita ubah, nah kami terus melihat update di lapangan," ucap mantan Kapolres Sukoharjo ini.

ETLE ini ditempatkan di emoat lokasi. Meliputi, Simpang Empat Ketandan Ring Road Timur, Simpang Tiga Ring Road Maguwoharjo, Simpang Empat Ngabean, dan Persimpangan Tambak, Wates, Kulon Progo.

"Sejauh ini yang disasar masih kendaraan roda empat. Pelanggarannya, rata-rata berupa melebihi garis marka, tidak mengenakan sabuk keselamatan, serta mengaktifkan handphone saat mengemudi," urainya.

Soal sanksi denda tilang sampai saat ini juga belum diberlakukan. Namun dia tetap berharap agar masyarakat tetap patuh dalam berlalulintas.

"Kami masih memprioritaskan pandemi COVID-19 ini terlebih dahulu, jangan sampai hal-hal semacam ini sampai membuat gaduh suasana, apalagi kondisi masyarakat belum stabil," ucapnya.

"Namun, harapan kami masyarakat sadar berlalu lintas dengan baik, masyarakat bisa sadar tanpa harus ditindak bisa tetap tertib dan patuh berlalu lintas," tutupnya.

(mbr/mbr)