Bakal Paslon Pilkada 8 Daerah di Jateng Akan Tes Kesehatan di RS Kariadi

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Senin, 07 Sep 2020 18:25 WIB
RSUP dr Kariadi Semarang
RSUP dr Kariadi Semarang (Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom)
Semarang -

RSUP dr Kariadi Semarang menjadi salah satu rumah sakit yang melayani pemeriksaan kesehatan bakal pasangan calon (paslon) Pilkada 2020. Ada bakal paslon dari delapan daerah di Jateng yang akan tes kesehatan di RSUP dr Kariadi Semarang.

Pemeriksaan kesehatan itu melibatkan tim medis Badan Narkotika Nasional (BNN), hingga Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi). RSUP dr Kariadi juga sudah menyiapkan dokter penanggung jawab dan perawat pendamping.

"Kami dari RSUP dr Kariadi sudah melakukan banyak persiapan, pertama membuat daftar dari orang-orang yang akan melakukan pemeriksaan DPJP atau dokter penanggung jawab pasien. Kami kumpulkan nama perawat sebagai pendamping medik, untuk dampingi paslon untuk keliling dalam urutan pemeriksaan kesehatan," kata Ketua Tim Pemeriksaan Kesehatan, Tjokorda Gde Dalem Pemayun di RSUP dr Kariadi Semarang, Senin (7/9/2020).

"Kami koordinasi dengan BNN dan Himpsi karena pemeriksaan pararel," sambungnya.

Tes kesehatan akan dilakukan mulai dari Selasa (8/9) sampai Kamis (10/9). Tes fisik dan psikologi dilakukan termasuk lewat wawancara, kemudian pengambilan darah juga dilakukan tim BNN untuk pemeriksaan.

"Kemudian kita rapat pleno untuk menentukan layak tidaknya calon ini," jelasnya.

Secara teknis siapapun bakal calon yang datang terlebih dahulu akan dilayani mulai hari Selasa (8/9) besok. Tjokorda menjelaskan peserta Pilkada 2020 yang datang akan diberi pengarahan terlebih dahulu sebelum melakukan tes kesehatan.

"Begitu datang akan diberi briefing oleh direktur rumah sakit," terangnya.

Terpisah, Humas RSUP dr Kariadi Semarang, Parna menambahkan pihaknya menjadi rujukan tes bagi paslon peserta Pilkada 2020 di delapan daerah.

"Ada 8 daerah, Kota Semarang, Kota Pekalongan, Kabupaten Semarang, Kabupaten Pekalongan, Pemalang, Demak, Rembang, dan Kendal," terang Parna.

(ams/mbr)