Resmi Dukung Sukiman-Iriyanto di Pilkada Sragen, Gerindra Pepet PKS

Andika Tarmy - detikNews
Kamis, 03 Sep 2020 19:53 WIB
Gerindra dukung Sukiman-Iriyanto di Pilkada Sragen, Kamis (3/9/2020).
Foto: Gerindra dukung Sukiman-Iriyanto di Pilkada Sragen, Kamis (3/9/2020). (Andika Tarmy/detikcom)
Sragen -

Peluang pasangan petahana Kusdinar Untung Yuni Sukowati-Suroto mendapatkan lawan dalam Pilkada Sragen kembali terbuka. Satu hari menjelang dimulainya tahapan pendaftaran pilkada, Gerindra menurunkan rekomendasi dukungan kepada pasangan Sukiman-Iriyanto.

"Partai Gerindra menyerahkan rekomendasi kepada pasangan Sukiman-Iriyanto. Dalam kesempatan ini juga kami serahkan lembar B1-KWK," ujar Sekretaris DPD Partai Gerindra Jawa Tengah, Sriyanto Saputro, ditemui wartawan usai konsolidasi dan penyerahan rekomendasi di kantor DPC Gerindra Sragen, Kamis (3/9/2020).

Menurut Sriyanto, rekomendasi dari Partai Gerindra ini harus segera ditindaklanjuti dengan langkah koalisi dengan partai lain. Pasalnya, Partai Gerindra Sragen hanya memiliki 5 kursi di DPRD. PKS menjadi opsi satu-satunya teman koalisi mengingat partai tersebut memiliki 6 kursi.

"Kita hanya 5 kursi, masih kurang untuk memenuhi syarat 20 persen suara di dewan. Di sisa waktu ini kami berharap Sukiman-Iriyanto berjuang meyakinkan ke PKS karena ini urusan nama baik, agar koalisi bisa terjalin," imbuhnya.

Sriyanto mengaku optimis koalisi dengan PKS akan terwujud dalam waktu dekat. Pasalnya, kedua partai memang telah berpasangan saat memenangkan Pilkada Sragen 2015.

"Optimis PKS akan bersama-sama kita. Karena saya yakin PKS juga melakukan survei dan mengetahui betapa besarnya arus yang menginginkan perubahan. Komunikasi juga sudah jalan baik dari tingkat daerah hingga pusat," kata Sriyanto.

Sriyanto menerangkan, Sukiman dan Iriyanto sama-sama berlatar belakang sebagai anak buruh tani kelahiran Sragen. Sukiman disebut Sriyanto, kini sukses merintis usaha di bidang perkebunan teh yang membawahi ribuan karyawan, sementara Iriyanto bergerak di bidang usaha properti.

"Mereka berdua adalah gambaran anak buruh tani yang gigih berjuang. Pak Sukiman sukses di Bandung dan Pak Iriyanto di Bali. Kini keduanya ingin kembali ke kampung halamannya untuk membangun Sragen," ujarnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2