NasDem Beri Rekomendasi Pilkada di 14 Daerah Jateng, Ini Daftarnya

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Jumat, 28 Agu 2020 20:35 WIB
Partai NasDem memberikan rekomendasi kepada 14 pasangan calon kepala daerah untuk Pilkada serentak 2020 di Jawa Tengah, Jumat (28/8/2020).
Partai NasDem memberikan rekomendasi ke 14 pasangan calon kepala daerah untuk Pilkada serentak 2020 di Jawa Tengah, Jumat (28/8/2020). (Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom)
Semarang -

Partai NasDem memberikan rekomendasi kepada 14 pasangan calon kepala daerah untuk Pilkada serentak 2020 di Jawa Tengah. Untuk daerah lainnya, NasDem berposisi sebagai partai pendukung, termasuk untuk Pilkada Solo.

Penyerahan surat keputusan kepada para paslon kepala daerah tersebut dilakukan di Hotel Patra Semarang. Kader NasDem maju pada tiga daerah yaitu Kabupaten Demak, Rembang, dan Blora dari 21 daerah yang akan menggelar Pilkada 2020 di Jateng.

"Dalam kontestasi ini, kami tentu ingin memenangkan pasangan calon dalam pilkada. Ada target minimal 50 persen, calon kepala daerah yang diusung bisa menang, termasuk tujuh kader NasDem yang bersaing dalam pilkada kali ini," kata Ketua DPW NasDem Jateng Setyo Maharso, di Hotel Patra Semarang, Jumat (28/8/2020).

Berikut nama-nama 14 paslon yang mendapat rekomendasi NasDem untuk Pilkada serentak 2020 di Jateng:

- Kota Semarang: Hendrar Prihadi-Hevearita Gunaryanti Rahayu
- Kabupaten Semarang: Bintang Narsasi-Gunawan Wibisono
- Kabupaten Demak: Mugiyono-M Badruddin
- Kabupaten Rembang: Harno-Bayu Andriyanto
- Kabupaten Blora: Umi Kulsum-Agus Sugiyanto
- Kabupaten Sragen: dr Kusdinar Untung YS-Suroto
- Kabupaten Klaten: Arif Budiyono-Harjanta
- Kabupaten Sukoharjo: Etik Suryani-Agus Santosa
- Kabupaten Purworejo: Kuswanto-Kusnomo
- Kabupaten Wonosobo: Arif Nur Hidayat-M Albar
- Kabupaten Purbalingga: M Zulhan Fauzi-Zaini Makarim
- Kabupaten Kebumen Arif Sugianto-Ristawati P
- Kabupaten Pemalang: Agus Sukoco-Eko Priyono
- Kota Pekalongan: Balgis Diab-Moch Machrus

Terkait daerah lainnya, NasDem berposisi sebagai pendukung. Ia mencontohkan untuk Solo dukungan dijatuhkan kepada Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa.

"Solo Mas Gibran, ini dari DPP. Kan ada usulan dari bawah, tapi yang menentukan DPP," jelasnya.

Terkait strategi pemenangan, Setyo menjelaskan pihaknya sudah mempersiapkan namun tetap menunggu peraturan KPU di tengah masa pandemi virus Corona atau COVID-19 ini karena akan butuh penyesuaian.

"Kita ingin dalam kontestasi apa yang kita usung memenangkan pilkada dengan strategi yang berbeda di tiap daerah karena ada kearifan lokal. Setelah penetapan KPU dan aturan KPU yang baru, kita punya strategi tapi kita sesuaikan," ujarnya.

(rih/ams)