Asirindo Laporkan 15 Pengusaha Karaoke yang Gunakan Lagu Tanpa Izin

Jauh Hari Wawan S - detikNews
Rabu, 26 Agu 2020 20:31 WIB
General Manager Legal Asirindo, Braniko Indhyar (kiri) saat ditemui di Sleman, DIY, Rabu (26/8/2020).
General Manager Legal Asirindo, Braniko Indhyar (kiri) saat ditemui di Sleman, DIY, Rabu (26/8/2020). (Foto: Jauh Hari Wawan S/detikcom)
Sleman -

PT AS Industri Rekaman Indonesia (Asirindo) melaporkan belasan pengusaha karaoke yang salah satunya ada di Yogyakarta. Pelaporan dilakukan karena dianggap melanggar hak cipta dengan menggunakan lagu tanpa izin.

"Sejumlah aturan telah dilanggar pengusaha karaoke. Hingga saat ini ada sekitar 15 pengusaha karaoke lainnya di Jawa, selain di Yogyakarta seperti di Jakarta, Surabaya, dan Karawang," kata General Manager Legal Asirindo, Braniko Indhyar saat ditemui di Sleman, DIY, Rabu (26/8/2020).

Sesuai Undang-Undang Nomor 28/2014 tentang Hak Cipta, lanjutnya, setiap pengusaha karaoke harus membayar royalti atas penggunaan lagu dari produser atau pencipta lagu yang dikomersialisasikan secara luas, bahkan harus mendapatkan izin dari produser rekaman.

"Salah satu tempat karaoke di Yogya ini tidak memiliki izin penggunaan lagu rekaman dari kami sampai saat ini. Ini melanggar hak ekonomi produser rekaman dalam UU nomor 28 tahun 2014 tentang Hak Cipta," ungkapnya.

Menurut Braniko, Asirindo sebenarnya telah melakukan pendekatan terhadap belasan tempat karaoke itu. Namun, maksud baik tersebut tidak mendapat sambutan baik, sehingga tidak ada titik temu atau gagal.

"Pada November 2019, kami telah melaporkan tempat karaoke di Yogya ini dan menurut informasi, berkas sudah sampai kejaksaan," terangnya.

Braniko menambahkan, permasalahan ini membuat rugi produser rekaman hingga miliaran rupiah.

"Kalau kerugian bisa Rp 500 juta-Rp 5 miliar," tandasnya.

Permasalahan ini pun ditanggapi oleh penyanyi Marcell Siahaan melalui teleconference. Dia menyayangkan para pengusaha karaoke yang melanggar kewajibannya. Dia menyebut tindakan pelanggaran hak cipta ini memalukan.

"Padahal penyanyi, produser rekaman, dan pencipta lagu mempunyai hak atas konten yang mereka buat," kata Marcell.

"Seharusnya pengusaha karaoke tahu hak dari penyanyi, pencipta lagu, dan produser, sehingga melaksanakan kewajibannya agar bisnisnya berjalan lancar. Ini tindakan yang memalukan," ucapnya.

(rih/mbr)