Round-Up

Nenek Naruh Dibunuh Anak-Menantu yang Mengaku Dapat Bisikan Gaib

Eko Susanto - detikNews
Selasa, 25 Agu 2020 08:22 WIB
Anak-menantu pelaku pembunuhan nenek di Temanggung
Foto: Anak-menantu pelaku pembunuhan nenek di Temanggung (Eko Susanto/detikcom)
Temanggung -

Polres Temanggung mengungkap kasus pembunuhan terhadap Ny Naruh (75), yang semula dilaporkan gantung diri. Ternyata pelaku pembunuhan tak lain adalah anak sendiri, SP (48) dan istrinya, HM (32).

"Ini pengungkapan kasus pembunuhan yang awalnya laporannya adalah korban gantung diri di daerah Pringsurat, yaitu tepatnya di Desa Karangwuni, Kecamatan Pringsurat. Korban adalah saudari Naruh (75), ibu rumah tangga. Sedangkan pelakunya adalah merupakan anak sendiri dan menantunya," kata Kapolres Temanggung AKBP Muhamad Ali, Senin (24/8).

Peristiwa itu terjadi di Desa Karangwuni, Kecamatan Pringsurat, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah pada Sabtu (22/8). Ali menyebut pihak keluarga korban mulanya melaporkan kasus ini sebagai gantung diri.

"Kemudian, kita melakukan olah TKP. Setelah mendapatkan hasil autopsi dari tim forensik ada kecurigaan dari kita bahwa itu bukan karena gantung diri," katanya.

Menurut Ali, setelah didalami sehingga berhasil diungkap bahwa korban meninggal bukan karena bunuh diri.

"Sehingga kita dalami, kemudian berhasil kita ungkap bahwa itu memang korban meninggal bukan karena bunuh diri tetapi dijerat. Bukan terjerat (lehernya) karena bunuh diri," katanya.

Kepada polisi, anak korban, SP mengaku mendapat bisikan untuk membunuh ibunya sendiri. Namun, keterangan berbeda disampaikan oleh menantu korban HM yang mengaku ada motif ekonomi.

"Masih kita dalami, motif yang sebenarnya yang membuat para pelaku ini sampai tega membunuh orang tuanya sendiri," ujar Ali.

Ali menjelaskan, sebelum kejadian pelaku masuk ke kamar korban dan memukul kepalanya dengan tongkat, Sabtu (22/8) dini hari. Setelah itu, korban dibawa keluar rumah dan dibuat seolah bunuh diri.

"Dari situ dibawa ke belakang (rumah), seolah-olah korban melakukan bunuh diri yaitu disangkutkan di pohon rambutan," ujarnya.

Ali menyebut kedua pelaku dijerat dengan Pasal 44 ayat 3 UU Nomor 32 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga dan atau Pasal 338 KUHP dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.

Lihat juga video 'Pengakuan Pria di Dompu yang Tega Bunuh Ipar Sendiri':

[Gambas:Video 20detik]



(mbr/mbr)