Ada 21 Klaster COVID-19 di Boyolali dari Lamaran hingga Sosialita

Ragil Ajiyanto - detikNews
Rabu, 19 Agu 2020 17:58 WIB
Kepala Dinkes Boyolali, Ratri S Survivalina, Rabu (19/8/2020).
Kepala Dinkes Boyolali, Ratri S Survivalina, Rabu (19/8/2020). (Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom)
Boyolali -

Dinas Kesehatan (Dinkes) Boyolali, Jawa Tengah mencatat ada 21 klaster kasus virus Corona atau COVID-19 dari klaster lamaran hingga sosialita. Kemudian jumlah kasus positif saat ini sebanyak 289 orang.

"Sampai saat ini di Boyolali teridentifikasi terdapat 21 klaster COVID-19. Kasus COVID-19 di Kabupaten Boyolali, untuk kasus konfirmasi positif sampai hari ini sudah ada 289 kasus. Yang mana rinciannya, sejumlah 47 kasus dalam kondisi dirawat, 4 kasus isolasi mandiri, 223 selesai isolasi, kemudian 15 kasus meninggal dunia," kata Kepala Dinkes Boyolali, Ratri S Survivalina, di kantornya, Rabu (19/8/2020).

Boyolali sampai saat ini juga masih termasuk zona merah atau zona risiko tinggi berdasarkan skoring indeks kesehatan masyarakat dengan nilai 1,21.

Diungkapkan pula, hasil tracing atau penyelidikan epidemiologi terhadap kasus Corona di Boyolali yang dilaksanakan oleh tim surveillance. Klaster terbanyak jumlah kasusnya berasal dari Pasar Peterongan, Semarang.

"Klaster terbanyak (jumlah kasusnya) berasal dari Pasar Peterongan (Semarang), ada 22 kasus dan statusnya saat ini sudah berhenti. Jadi penularannya sudah selesai," ujar Lina

Kemudian, lanjutnya, terbanyak kedua yakni klaster Jakarta yang teridentifikasi ada 20 kasus. Status kasusnya sampai sekarang belum bisa dinilai, apakah sudah selesai atau belum. Hal ini dikarenakan masih ada beberapa proses penularan ke satu dan lain orang.

Selanjutnya, kata Lina, klaster lamaran di Desa Gondangslamet, Kecamatan Ampel terdapat 20 kasus dan statusnya sudah berhenti. Klaster BMT terdapat 18 kasus yang terkait dan saat ini statusnya masih berlangsung, karena beranak sampai ke lini tiga. Klaster mertidesa di Desa Kalangan, Kecamatan Klego, ada 10 kasus dan semuanya sudah sembuh.

"Klaster tenaga kesehatan (nakes) sebanyak 9 kasus dan sampai saat ini belum bisa dinilai karena masih ada beberapa yang menunjukkan penularan," terang dia.

Klaster Gowa, klaster nakes Puskesmas Kemusu dan klaster Sampetan, Kecamatan Gladagsari, jumlah kasusnya masing-masing ada 7 orang yang terpapar virus Corona. Saat ini mereka sudah dinyatakan sembuh, sehingga status kasusnya sudah berhenti.